Korban Penyimpangan Seks Oknum Dokter di Semarang Alami Trauma

0
12

Angling Adhitya Purbaya – detikNews

Senin, 13 Sep 2021 14:46 WIB

Semarang – Seorang oknum dokter berinisial DP menjadi tersangka akibat ulahnya mencampurkan sperma ke makanan istri temannya di Semarang, Jawa Tengah. Korban yang tak tahu telah memakan makanan bercampur sperma itu kini mengalami trauma hingga gangguan makan.

“Dampak dari tindakan tersebut, korban mengalami trauma berat, gangguan makan, gangguan tidur dan gangguan emosi. Sejak bulan Desember 2020 sampai hari ini korban harus minum obat anti-depresan yang diresepkan psikiatri. Korban juga harus melakukan pemeriksaan dan mengkonsumsi obat anti-depresan selama minimal beberapa bulan ke depan,” jelas pendamping korban dari LRC KJHAM, Nia Lishayati, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/9/2021).

“Selain ke psikiatri, korban juga melakukan pemulihan psikologis ke psikolog. Korban juga berisiko mengalami masalah kesehatan akibat mengkonsumsi sperma yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh manusia,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nia mengatakan tersangka merupakan oknum dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah universitas di Semarang.

Awalnya pelaku tinggal sendirian di satu unit rumah kontrakan. Dia kemudian mengajak temannya yakni seorang laki-laki yang sudah beristri. Teman tersangka kemudian meminta izin untuk mengajak istrinya tinggal di kontrakan tersebut. Istri tersangka juga disebut mengetahui dan mengizinkan suaminya tinggal bertiga bersama pasangan suami istri tersebut.

“Korban dan pelaku tinggal di 1 rumah kontrakan. Awalnya korban dan suaminya ngekos, kemudian pelaku ngajak untuk ngontrak 1 rumah selama pendidikan. Suami korban mengatakan akan membawa istrinya (korban) selama pendidikan. Suami korban menanyakan apakah pelaku dan istrinya tidak keberatan kalau dia bawa istrinya, pelaku bilang tidak keberatan,” kata Nia.

Aksi tersangka terbongkar saat korban curiga karena tudung saji dan makanan sering pindah posisi bahkan makanan berubah bentuk pada Oktober 2020. Suatu ketika korban memasang gadget untuk merekam tersangka.

“Tampak jelas di dalam video, ketika korban sedang mandi pelaku mendekati ventilasi jendela kamar mandi korban. Kemudian pelaku melakukan onani dan mencampurkan spermanya ke makanan korban,” lanjut Nia.

Korban kemudian melapor ke polisi pada Maret 2021. Kabid Humas Polda Jateng M Iqbal Alqudusy menyatakan dr DP telah menjalani pemeriksaan.

“Tersangka dr DP sudah menjalani pemeriksaan di Ditkrimum Polda Jateng. Surat penyidikan dan penetapan tersangkanya sudah lengkap,” kata Iqbal kepada wartawan melalui pesan singkat, hari ini.

Iqbal mengatakan diduga pelaku sudah beraksi berulang kali. Pelaku mencampur sperma ke makanan dan mengaduknya sehingga tempat dan bentuk makanan berubah. Sebelumnya pelaku juga diketahui mengintip korban mandi.

“Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam dengan pasal 281 ayat (1) KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here