Kondisi Harimau Penerkam Remaja di Siak: Kaki Luka Jerat-Hampir Busuk

0
9
Foto: Harimau Sumatera yang terkam warga Siak masuk perangkap BKSDA Riau (dok. BKSDA Riau)

Raja Adil Siregar – detikNews

Jumat, 10 Sep 2021 09:15 WIB

Pekanbaru – Harimau Sumatera berjenis kelamin betina yang diduga menerkam remaja 16 tahun di Siak, Riau ditangkap. Harimau ditangkap setelah masuk perangkap, sekitar 50 meter dari titik penemuan mayat korban dan ada luka bekas jeratan.

“(Harimau ditemukan terperangkap) Pada Rabu (8/9) sekitar pukul 18.30 WIB, ba’da maghrib. Tim di lapangan mendengar suara pintu kandang jebak tertutup. Mengingat kondisi sudah gelap, tim memutuskan untuk melakukan pengecekan pada pagi harinya,” kata Plh Kepala Balai Besar KSDA Riau, Hartono, Jumat (10/9/2021).

Keesokan harinya, tim monitoring BKSDA bergegas menuju ke tempat pemasangan kandang jebak. Benar saja, seekor Harimau Sumatera betina sudah masuk dalam perangkap.

“Besok harinya sekitar pukul 06.00 WIB, tim melakukan pengecekan terhadap kandang jebak yang dipasang sekitar 50 meter dari jasad korban ditemukan. Seekor Harimau Sumatera telah masuk ke dalam kandang jebak,” jelas Hartono.

Melihat kucing hutan jumbo sudah masuk perangkap, tim langsung membius untuk dievakuasi. Selanjutnya harimau dipindah ke kandang angkut untuk diobservasi tim medis.

Harimau Sumatera yang terkam warga Siak masuk perangkap BKSDA Riau
Foto: Harimau Sumatera yang terkam warga Siak masuk perangkap BKSDA Riau (dok. BKSDA Riau)

Hasil observasi awal, harimau betina yang diperkirakan berusia sekitar 3 tahun dan dalam kondisi luka. Ditemukan luka bekas jeratan pada kaki depan sebalah kanan dan telah bengkak.

“Berdasarkan hasil observasi tim medis di lapangan. Diketahui fakta bahwa terdapat luka jeratan di kaki depan kanan dengan kondisi luka jerat yang telah mengalami pembengkakan. Bahkan terdapat nyaris (belatung) dan pembusukan jaringan,” kata Hartono.

Selanjutnya Harimau dilakukan observasi dan pengobatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya, Sumatera Barat. Balai Besar KSDA Riau krmbali mengingatkan kepada masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun.

“Pemasangan jerat dapat membahayakan satwa liar yang dilindungi. Saya juga minta para pemegang konsesi aktif melakukan pembersihan jerat di wilayah konsesinya,” kata Hartono.

Kejadian Harimau Terkam Warga

Seorang warga di Kabupaten Siak, Riau, tewas akibat diterkam harimau Sumatera. Korban diterkam saat memeriksa genset karena listrik di tempat tinggalnya padam.

Kapolres Siak AKBP Gunar Rahadiyanto mengatakan korban diterkam harimau Sumatera pada Minggu (29/8) pukul 18.45 WIB. Lokasinya di dalam area perusahaan PT Unisraya, Teluk Lanus, Kabupaten Siak.

“Kejadian tadi malam pukul 19.00 WIB. Itu lokasi kejadian di Teluk Lanus,” kata Gunar kepada detikcom, Senin (30/8).https://3c674eb98ebd27e1bd4e791efd329ebe.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html

Gunar menyebut korban ditemukan tewas tak jauh dari lokasi diterkam. Untuk jasad korban, Malta Akfarel (16), telah dievakuasi warga ke rumah duka di camp PT Unisraya.

“Saat kejadian lampu di camp PT Unisraya padam. Saat itulah korban sama ayahnya pergi melihat genset dan diterkam,” terang Gunar.

Harimau Sumatera yang terkam warga Siak masuk perangkap BKSDA RiauFoto:
Harimau Sumatera yang terkam warga Siak masuk perangkap BKSDA Riau (dok. BKSDA Riau)

Setelah korban diterkam, ayah korban bernama Rustam minta tolong kepada warga. Warga ramai-ramai mencari dan menemukan korban sudah tewas.

“Korban ditemukan meninggal dunia dan sudah berhasil dievakuasi warga,” kata Gunar.

Sebelumnya, seorang warga lain di Siak, Riau, bernama Azmi (30), menderita luka serius akibat diserang harimau. Azmi diserang harimau Sumatera saat mencari kayu di hutan.

Lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 20 km dari kantor Desa Teluk Lanus atau tepatnya di sekitar Sungai Belat. Di mana sepanjang Sungai Belat terdapat area konsesi PT Unisraya, PT RAPP, hingga kawasan konservasi SM Tasik Belat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here