Komnas HAM Desak Proses Hukum Oknum TNI AU Injak Kepala di Papua Terbuka

0
7
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Grandyos Zafna/detikcom)

Kadek Melda Luxiana – detikNews

Rabu, 28 Jul 2021 10:53 WIB

Jakarta – Oknum anggota TNI AU diproses hukum setelah menginjak kepala seorang warga di Kota Merauke, Papua. Komnas HAM meminta proses hukum dilakukan terbuka.

“Kami meminta proses hukum terbuka sehingga bisa tetap menjaga kepercayaan masyarakat kepada proses penegakan hukum,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik saat dihubungi, Rabu (28/7/2021).

Taufan berharap insiden tersebut jadi pembelajaran penting bagi prajurit TNI lainnya yang bertugas di Papua. Diharapkan juga agar aparat menjunjung tinggi norma HAM.

“Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi setiap aparat yang bekerja di Papua untuk menjaga disiplin dan mematuhi norma hak asasi manusia (HAM),” ujarnya.

Sebelumnya, video singkat yang menayangkan detik-detik dua pria berseragam Polisi Militer TNI Angkatan Udara (POM AU) menginjak kepala warga di Papua viral di media sosial. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan akan memproses dua oknum prajurit POM AU tersebut sesuai hukum yang berlaku.

“Akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Malam ini juga langsung diproses,” kata Hadi saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (27/7).

Diduga pria yang diinjak kepalanya itu hendak membuat keributan dan mabuk minuman keras (miras). Pria itu lalu dibawa menjauh dari lokasi keributan ke trotoar di tepi jalan.

Pria yang marah tersebut lalu dibuat tengkurap di atas trotoar. Salah satu personel TNI menindih bagian punggung dan memegang tangan pria tersebut.

Sementara satu personel TNI lain terlihat menginjak kepala pria yang marah itu. Belakangan diketahui bahwa warga yang diinjak kepalanya tersebut adalah penyandang disabilitas.

“Terkait hal tersebut, info yang diterima yang bersangkutan tunawicara,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah kepada detikcom, pagi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here