KESEHATAN

Kisah 4 Wanita yang Payudaranya Tak Berhenti Tumbuh, Tersiksa Sepanjang Hidup

Hana Nushratu – detikHealth
Minggu, 22 Jan 2023 05:30 WIB

Jakarta – Tak sedikit wanita yang mengidam-idamkan bentuk payudara yang besar dan indah. Beberapa di antaranya juga menjalani operasi demi mendapatkan bentuk payudara impiannya.
Secara alami, akan berhenti tumbuh pada perempuan dengan usia yang berbeda-beda. Jaringan payudara dipengaruhi oleh perubahan hormonal yang dialami selama hidup.

Dikutip dari Longevita, proses pertumbuhan payudara dimulai 2,5 tahun sebelum seorang wanita mendapatkan menstruasi pertamanya. Rata-rata, wanita mengalami pertumbuhan pada payudaranya saat memasuki usia 8-13 tahun.

Payudara wanita terus mengalami pertumbuhan hingga berusia 18 tahun. Tidak jarang juga, payudara bisa bertumbuh hingga memasuki usia 20-an.

Namun, ada sejumlah perempuan yang mengalami penyakit langka gigantomastia, yaitu menyebabkan pertumbuhan payudara tidak sebagaimana mestinya. Berikut sederet wanita yang mengalami kondisi tersebut

1. Pamelia J

Seorang wanita di Australia bernama Pamelia (27) mengidap kondisi langka yang membuat payudaranya terus membesar dan tidak berhenti tumbuh. Ukuran dadanya bahkan bertambah empat cup, dari cup J menjadi cup M.

Lingkar dada Pamelia juga melebar dari sebelumnya 39 inci (100 cm) menjadi 51 inci (130 cm). Gigantomastia yang dialaminya tidak hanya berdampak bagi fisik, namun juga mentalnya.

2. Annie Hawkins Turner

Guinness World Record menobatkan Turner sebagai wanita dengan payudara terbesar di dunia. Turner ternyata mengalami gigantomastia.

Dikutip dari The Sun, Turner memiliki ukuran payudara 102ZZZ dengan berat masing-masing payudaranya mencapai 30 kg. Besar payudaranya mulai tampak tak normal sejak usia lima tahun, bahkan dirinya sudah menggunakan bra berukuran 36D sejak usianya sembilan tahun.

3. Araba Banson

Seorang wanita asal Battersea, London, Araba Banson mengatakan memiliki payudara yang mulai tumbuh saat berusia 19 tahun. Sebelum itu, Banson mengaku tidak pernah memakai bra.

Diketahui, Banson memiliki bra berukuran 34K dan kerap mengalami sakit punggung. Banson menghabiskan 120 USD setiap kali membeli bra baru untuk dadanya yang terus membesar.

4. Lamphrai Srinuan

Wanita Thailand bernama Lamphrai Srinuan itu juga mengalami gigantomastia. Ia menyadari payudaranya membengkak sekitar 2016, dua tahun kemudian payudaranya membengkak seperti balon.

Srinuan sering mengalami nyeri bahu, punggung, serta infeksi sendi. Ia dan suaminya memutuskan untuk pergi ke rumah sakit Buddhachinaraj di Phitsanulok, Thailand.

“Saya tidak memakai pakaian karena setiap kemeja yang saya miliki sekarang tidak muat untuk saya. Saya hanya punya satu baju besar yang saya pakai saat pergi ke rumah sakit,” tuturnya dikutip dari The Sun UK.

Gejala Gigantomastia

Gejala utama gigantomastia adalah pertumbuhan jaringan payudara yang berlebihan pada satu payudara (unilateral) atau kedua payudara (bilateral). Pertumbuhan dapat terjadi secara perlahan selama beberapa tahun. Pada beberapa wanita, pertumbuhan payudara terjadi dengan cepat hanya dalam beberapa hari atau minggu. Selain itu, gejala gigantomastia lainnya meliputi:

Nyeri payudara (mastalgia)

  • Nyeri pada bahu, punggung, dan leher
  • Kemerahan, gatal, dan hangat pada atau di bawah payudara
  • Postur tubuh yang buruk
  • Infeksi atau abses
  • Hilangnya sensasi puting
  • Masalah nyeri dan postur biasanya disebabkan oleh kelebihan berat payudara.


Penyebab Gigantomastia

Penyebab gigantomastia sampai saat ini masih belum diketahui; Namun, para peneliti berpikir kondisi itu mungkin dipengaruhi oleh:
– Perubahan hormon (seperti saat pubertas atau kehamilan).
– Obat-obatan seperti penicillamine atau bucillamine.
– Kondisi autoimun seperti lupus atau radang sendi.
– Obesitas ekstrem.
– Genetika.

Dampak Gigantomastia bagi Psikologis

Selain berdampak bagi fisik, gigantomastia berdampak pada psikis. Pada banyak kasus, remaja dengan kondisi tersebut berisiko mengalami perundungan dari lingkungan sekitar. Ini dapat menyebabkan:

  • Depresi
  • Kecemasan
  • Masalah citra tubuh
  • Menghindari kegiatan sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *