Khofifah Taksir Ada 40 Ribu Pemudik yang Sudah Masuk Jatim

0
62
Jumpa Pers Pemprov Jatim soal kasus corona/Foto: Hilda Meilisa Rinanda

Hilda Meilisa Rinanda – detikNews

Selasa, 31 Mar 2020 20:51 WIB

Surabaya – Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengakui gelombang pemudik mulai memasuki Jawa Timur. Ia menaksir sudah ada sekitar 40 ribu pemudik.

Khofifah menambahkan, gelombang pemudik tidak hanya dari luar provinsi. Melainkan ada pemudik lokal atau dalam provinsi yang melakukan mudik antarkota atau kabupaten di Jatim.

Mantan Menteri Sosial RI ini menyebut, jumlah penumpang yang masuk ke Jatim pada 16 hingga 29 Maret menembus 25.450 orang. Sementara dalam sehari, Khofifah menyebut pemudik mencapai 7.635 di tengah wabah virus corona.

“Kalau saat ini kira-kira 25.450 ditambah 15 ribuan (perkiraan tambahan 30-31 Maret) untuk pemudiknya,” ujar Khofifah saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (31/3/2020).

Jika ditaksir, pemudik dari luar provinsi yang masuk ke Jatim jumlahnya sekitar 40 ribu orang. Angka ini terjadi selama 15 hari.

Kemudian untuk pemudik lokal dalam provinsi juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Khofifah menyebut, ada sebanyak 50.790 pekerja transportasi yang terdiri dari ojek online hingga sopir taksi diperkirakan telah pulang ke kampung halaman imbas merebaknya virus corona atau Covid-19.

“Tapi juga ternyata dari pekerja transportasi mereka semacam ojol, sopir taksi terkonfirmasi 169.300 yang sudah mudik 50.790,” imbuh Khofifah.

“Beberapa pekerja transportasi publik yang sudah mudik duluan. Mungkin mereka jadi driver ojol di mana kemudian pulang ke mana. Tapi ini Jatim ke Jatim itu ada 50.790 orang,” ia menambahkan.

Menurut Khofifah, setiap kepala desa atau lurah di Jatim juga bergerak aktif dengan membuat peraturan kepada warganya. Peraturan ini untuk warga yang baru pulang dari luar daerah untuk wajib lapor.

“Misal dari Surabaya pulang ke Jombang mereka harus lapor mulai RT/RW/Lurah. Sehingga tercatat mobilitas warganya,” lanjut Khofifah.

Hal ini, lanjut Khofifah, penting untuk mengantisipasi corona. Misalnya jika ada warga yang terjangkit virus, maka bisa langsung dilacak oleh Dinas Kesehatan setempat.

Pelacakan ini bisa dari adanya penularan dari pemudik atau faktor lain. Yang nantinya bisa dilacak pergerakannya dan diperiksa orang sekitarnya.

“Itu juga untuk kepentingan tracing yang bisa lebih mudah dan cepat. Koordinasi sudah nyambung,” pungkas Khofifah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here