Kemenkes: Pasien Corona yang Sembuh Tak Akan Kambuh, tapi Bisa Tertular Lagi

0
57
Foto dr Achmad Yurianto (Agus Dwi Nugroho/20detik)

Marlinda Oktavia Erwanti – detikNews

Minggu, 08 Mar 2020 15:03 WIB

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pasien positif Corona (COVID-19) yang sudah dinyatakan sembuh tak akan kambuh. Namun orang tersebut bisa tertular lagi.

“Tidak ada laporan bahwa yang sudah sembuh kambuh. Yang ada yang sudah sembuh sakit lagi karena ketularan lagi,” kata juru bicara dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2020).

“Yang ada yang sudah sembuh sakit lagi karena ketularan lagi. Jadi bukan penyakitnya kambuh, tapi ketularan lagi,” sambungnya.

Karena itu, Yuri mengatakan edukasi terkait virus Corona terus digalakkan. Dia meminta masyarakat terus mewaspadai virus mematikan ini. Sebab, kata Yuri, beberapa orang hanya menunjukkan gejala flu biasa.

“Oleh karena itu, edukasi menjadi sangat penting untuk masyarakat kita keseluruhan bahwa kita harus selalu tetap berhati-hati karena penyakit ini pada awalnya tidak menunjukkan gejala yang berat. Bahkan gejalanya sering kali kita sudah pahami dari awal karena ini adalah kelompok common cold. Keluhan badannya anget, batuk, bersin, itu keluhan yang sering dialami,” tuturnya.

Yuri pun meminta masyarakat yang sakit untuk menggunakan masker. Kemudian, cuci tangan juga harus dilakukan untuk mencegah penularan.

“Kita minta menjadi kewaspadaan yang penting bagi kita. Yang pertama tentunya yang sakit harus menggunakan masker agar tidak menyebar ke mana-mana. Kemudian rajin cuci tangan dengan menggunakan sabun mana kala akan makan atau akan menyentuh mulut-hidung-mata supaya tidak terjadi penularan kepada orang yang sehat. Ini menjadi penting untuk kita di samping kemudian menjaga kebersihan secara besar,” kata Yuri.

Dia juga meminta warga tak panik. Yuri mengatakan semua puskesmas di seluruh Indonesia saat ini sudah mampu melakukan deteksi dini terhadap virus Corona.

“Oleh karena itu tidak usah panik harus menuju ke rumah sakit rumah sakit rujukan. Tidak usah panik karena di daerahnya tidak ada rumah sakit besar. Karena bukan seperti itu,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here