Kembali Positif Setelah Sembuh dari Corona, Reinfeksi atau Reaktivasi?

0
34

Rabu, 15 Apr 2020 18:43 WIB

Achmad Reyhan Dwianto – detikHealth

Jakarta – Belakangan ini terdapat beberapa pasien di berbagai negara yang mengalami kembali positif virus Corona COVID-19, meski sebelumnya dinyatakan sembuh. Beberapa ahli mengatakan hal ini bisa terjadi karena adanya dua faktor yaitu reinfeksi atau reaktivasi.

Reinfeksi merupakan terpaparnya kembali pasien yang sudah sembuh sehingga menyebabkan sakit. Sedangkan reaktivasi adalah masih adanya virus dalam tubuh pasien yang tidak terdeteksi dan kembali aktif.

Lantas kemungkinan mana yang bisa terjadi pada pasien yang mengalami positif virus Corona untuk yang kedua kalinya?

Menurut Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio, kemungkinan keduanya bisa terjadi, meski hasil tes pada pasien telah menunjukkan negatif dalam waktu dua kali berturut-turut.

“Diketahui virusnya itu bisa hidup tidak hanya di saluran napas, tetapi bisa juga di saluran feses dan urine walaupun jumlah frekuensinya jauh lebih rendah dibandingkan di saluran napas,” kata Prof Amin kepada detikcom, Rabu (15/4/2020).

“Jadi kemungkinan reaktivasi itu masih mungkin terjadi,” lanjutnya.

Sementara itu, Prof Amin juga menjelaskan pasien yang sudah sembuh tetap bisa mengalami reinfeksi, walaupun sistem kekebalan tubuhnya sudah lebih baik dari sebelumnya.

“Setelah sembuh kan dia baru keluar dari satu fasilitas yang ada virusnya dan mungkin di tubuhnya sudah tidak temukan, tapi di lingkungan itu kan masih ada. Jadi ada kemungkinan ada paparan terakhir saat dia keluar,” jelasnya.

Karena itu Prof Amin mengatakan pentingnya karantina mandiri selama dua minggu tetap dilakukan pada pasien yang sudah sembuh untuk menghindari hal-hal seperti ini terjadi.

“Pasien yang dinyatakan sembuh walaupun sudah negatif tetap harus diminta karantina mandiri selama minimum dua minggu,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here