Kasus Positif Covid-19 di Bali Jadi Sembilan Orang

0
23
Pecalang atau petugas keamanan adat Bali memeriksa surat keterangan kerja milik warga yang melintas di Tabanan, Bali, Kamis (26/3/2020). Penjagaan dilakukan di setiap perbatasan desa / kota dengan melibatkan unsur pecalang, TNI dan Polri untuk mengurangi lalu lalang orang pascaimbauan gubernur Bali agar masyarakat tetap berada di rumah untuk mencegah penyebaran COVID-19

Kamis 26 Mar 2020 20:47 WIB

Red: Andri Saubani

Terdapat penambahan tiga kasus positif corona di Bali sejak Selasa (24/3).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR — Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, jumlah kasus positif Covid-19 di Pulau Dewata hingga Kamis (26/3) berjumlah sembilan orang. Terdapat penambahan tiga kasus positif corona sejak Selasa (24/3).

“Dari 114 sampel yang telah diuji, telah keluar hasil sampel 84 orang yaitu 75 orang negatif dan sembilan orang positif Covid-19,” kata Dewa Indra, di Denpasar, Kamis.

Jika dibandingkan dengan data Selasa (24/3), terdapat penambahan tiga kasus positif Covid-19 di Bali. Penambahan tiga kasus positif itu karena ada tiga orang yang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) ternyata hasil pemeriksaannya sampelnya dinyatakan positif pada 25 Maret 2020.

“Tiga PDP yang positif itu, adalah satu orang WNA dan dua orang WNI,” ujar pria yang juga Sekda Bali itu.

Di sisi lain, Dewa Indra mengatakan bantuan sebanyak 4.000 alat pelindung diri dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Bali telah didistribusikan ke 11 rumah sakit rujukan yang telah ditentukan. Selain itu, telah dilakukan distribusi logistik disinfektan sebanyak 350 liter (70 galon) dan masker 200 boks (10 ribu pcs) ke BPBD Kabupaten kota (posko satgas).

“Karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang pulang ke Bali sampai dengan hari ini juga dilanjutkan, dan berjumlah 38 orang bertempat di UPTD Bapelkesmas, Denpasar,” katanya.

Dewa Indra meminta pengertian, kesadaran dan kebersamaan dari seluruh masyarakat dan khususnya orang tua pekerja imigran ataupun pekerja imigran untuk mengikuti karantina dengan penuh disiplin.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meyakini bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, segenap unsur TNI, Polri dan instansi-instansi lainnya sedang bekerja sama, sedang bergotong royong melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ucap mantan Kepala Pelaksana BPBD Bali itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here