Jumlah Kematian Harian Corona di Spanyol Turun, Total 15.238 Meninggal

0
63
Foto: Jumlah kematian akibat Corona di Spanyol turun (AP/Manu Fernandez)

Rakhmad Hidayatulloh Permana – detikNews

Kamis, 09 Apr 2020 20:20 WIB

Jakarta – Jumlah kematian harian akibat virus Corona (COVID-19) di Spanyol turun. Namun, angka kematian akibat Corona di negeri matador itu sudah menembus 15 ribu orang.

Seperti yang dilansir AFP, Kamis (9/4/2020), Spanyol adalah salah satu negara Eropa yang paling terdampak wabah ini. Kini Spanyol telah mencatat 15.238 kematian akibat COVID-19. Namun, angka kematian harian pada Kamis (9/4) tercatat sebanyak 683 kematian, atau turun dari angka 757 kematian pada hari sebelumnya, Rabu (8/4).

Namun, ada spekulasi yang berkembang bahwa para pejabat mungkin sudah terlalu meremehkan jumlah korban jiwa. Pihak berwenang di wilayah Madrid mengakui pada hari Rabu (8/4) bahwa jumlah kematian di panti jompo, angkanya bisa lima kali lebih tinggi dari yang diumumkan oleh pejabat kesehatan. Jumlah ini belum termasuk hampir 3.500 kematian yang belum menjalani tes Corona.

Jumlah kasus baru harian juga turun sedikit pada hari Kamis (9/4), sehingga total kasus positif Corona di negeri itu menjadi 152.446.

Selama beberapa hari, pihak berwenang Spanyol telah mengindikasikan bahwa puncak pandemi telah dilalui. Namun warga diminta untuk terus secara ketat menghormati aturan tetap di rumah.

“Prioritas kita sekarang adalah untuk tidak kembali, terutama untuk tidak kembali ke titik awal kita, tidak untuk menurunkan kewaspadaan kita,” kata Perdana Menteri Pedro Sanchez kepada parlemen Kamis (9/4).

Spanyol telah menjalani karantina secara ketat sejak 14 Maret lalu. Karantina ini telah diperkuat dalam dua minggu terakhir dengan penghentian semua kegiatan yang tidak penting sampai akhir pekan Paskah.

Majelis rendah parlemen diperkirakan akan memperpanjang masa karantina hingga 25 April. Pemerintah belum mengesampingkan perpanjangan lebih lanjut sambil menekankan bahwa langkah-langkah tersebut harus dikurangi secara bertahap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here