Israel Laporkan Kasus Pertama Varian ‘Delta Plus’ AY.4.2

0
12

Rabu, 20 Okt 2021 17:04 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – Varian ‘Delta Plus’ AY.4.2 yang meningkat di Inggris belakangan memicu kekhawatiran. Per Selasa (19/10/2021) varian AY.4.2 juga ditemukan di Israel.
Dikutip dari XinhuaNet, pasien pertama yang terinfeksi varian AY.4.2 tersebut berusia 11 tahun. Ia baru saja kembali dari Moldova.

“Ini adalah varian yang sebelumnya terdeteksi di beberapa negara Eropa,” kata Kementerian Kesehatan Israel.

Kini, Kemenkes setempat tengah melakukan penyelidikan apakah jenis baru dari varian Delta tersebut lebih ‘ganas’. Adapun pasien berusia 11 tahun tersebut tengah dikarantina, dan tidak ada kontak lebih lanjut yang ditemukan.

Francois Balloux, profesor biologi dari Direktur Institut Genetika Universitas College London, Profesor Francois Balloux menjelaskan tampaknya varian AY.4.2 tidak menimbulkan risiko yang sama dengan peningkatan galur lainnya.

Francois Balloux, profesor biologi dari Direktur Institut Genetika Universitas College London, Profesor Francois Balloux menjelaskan tampaknya varian AY.4.2 tidak menimbulkan risiko yang sama dengan peningkatan galur lainnya.

Varian itu ditemukan ketika Israel mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan pariwisata, menyusul penurunan kasus Corona. Rencana sebelumnya untuk membuka kembali perbatasan kandas di tengah meningkatnya kasus yang didorong varian Delta.

Pada akhir Agustus dan awal September, kasus baru mencapai 11.000 per hari. Pemerintah Israel aktif mengkampanyekan secara agresif agar warga bisa menerima vaksin ketiga atau vaksin booster Pfizer-BioNTech.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here