Gelombang Mudik dari Jakarta ke Jombang Tak Terbendung Imbas PSBB

0
42
Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Jombang Budi Winarno (Foto: Enggran Eko Budianto/File)

Enggran Eko Budianto – detikNews

Kamis, 09 Apr 2020 16:47 WIB

Jombang – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta memicu gelombang mudik ke Jombang menjadi tak terbendung. Tak pelak jumlah Orang dalam Risiko (ODR) terkait Corona di Kota Santri terus melejit karena para pemudik terus berdatangan dari daerah terjangkit.

Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno mengatakan, jumlah ODR bertambah 869 orang hanya dalam dua hari terakhir. Jumlah ODR bertambah 144 orang dari Selasa (7/4) 4.800 jiwa menjadi 4.944 jiwa pada Rabu (8/4). Sedangkan hari ini saja bertambah 725 ODR menjadi 5.669 jiwa.

Menurut Budi, melejitnya jumlah ODR dalam dua hari terakhir efek dari gelombang mudik yang tidak terbendung. Karena para pemudik berdatangan ke Kabupaten Jombang dari daerah terjangkit virus Corona.

“Mereka masuk ODR karena datang dari daerah pandemi COVID-19, sebagian besar datang dari Jakarta. Pemberlakukan PSBB di DKI Jakarta dan akan berkembang ke Jabodetabek memicu pemudik pulang ke Jombang,” kata Budi kepada wartawan di media center kantor Bupati Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (9/4/2020).

Ratusan pemudik tersebut, lanjut Budi, wajib mengikuti protokol pencegahan COVID-19. Yakni mereka harus menjalani karantina selama 14 hari di Sekolah Dasar (SD) yang ada di masing-masing desa tujuan mudik.

“Karantina sampai 14 hari. Setiap hari dipantau oleh petugas kesehatan, bidan desa. Kalau menunjukkan gejala pasti akan diantar ke puskesmas. Kalau ada gejala lebih akan dirujuk ke RSUD Ploso atau RSUD Jombang,” terangnya.

Jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Jombang sampai hari ini mencapai 431 jiwa. Dari jumlah itu, 288 orang selesai dipantau selama 14 hari. Sedangkan 143 jiwa sisanya masih dalam pemantauan.

Sedangkan jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Kota Santri saat ini 6 orang. Dengan rincian 2 PDP diisolasi di RSUD Jombang, 1 PDP selesai dipantau selama 14 hari, 2 PDP isolasi mandiri di rumah, serta 1 PDP meninggal dunia.

“Untuk dua orang yang terkonfirmasi (positif Corona) masih menunggu hasil swab kedua sehingga belum bisa dinyakan sembuh,” tandas Budi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menerapkan PSBB efektif mulai Jumat (10/4/2020). Beberapa poin PSBB di antaranya semua fasilitas umum ditutup, Anies melarang kegiatan di luar ruangan yang jumlah orangnya lebih dari lima.

Kegiatan perkantoran di DKI dihentikan selama penerapan PSBB. Namun ada delapan sektor yang dikecualikan.

Pengecualian itu untuk sektor kesehatan, pangan dan minuman, energi, serta jasa komunikasi. Selain itu, sektor keuangan dan perbankan, distribusi barang, kebutuhan keseharian, serta industri strategis di kawasan Ibu Kota juga dikecualikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here