Ekonomi Sulit karena Corona, Masyarakat Mulai Banyak yang Jual Mobil

0
42
Ilustrasi penjualan mobil bekas di Mobile88 Foto: mobil88

Selasa, 14 Apr 2020 19:15 WIB

M Luthfi Andika – detikOto

Jakarta – Virus Corona memberi dampak besar pada perekonomian warga Indonesia. Beberapa di antaranya sampai harus menjual mobil demi tetap memenuhi kebutuhan hidup.

Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah warga yang menjual mobilnya. Demikian disampaikan Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer, kepada detik.com.

Selain menjual mobil, banyak juga konsumen yang melakukan downgrade kendaraan. Itu jadi jalan tengah yang dipilih saat mereka membutuhkan tambahan uang namun juga masih ingin memiliki kendaraan.

“Banyak jual mobil ke mobil88? Sementara yang kita lihat pada awal April 2020 ini, kita melihat banyak konsumen yang downgrade atau istilahnya yang tadinya dia (konsumen) punya Toyota Innova dia tukar ke Toyota Agya. Kita melihatnya mereka (masyarakat-nya) butuh cash, tapi sementara butuh mobil juga. Jalan tengahnya dia (masyarakat-Red) downgrade mobilnya,” kata Fischer.

Tapi untuk masyarakat yang menjual mobilnya, lanjut Fischer. Juga mengalami kenaikan.

“Jadi kalau untuk yang jual mobilnya, kita melihat adanya kenaikan, sekitar 15 persen dari bulan normal (sebelum pandemi virus Corona-Red). Tapi yang downgrade itu hampir semua sekarang yang melakukan transaksi seperti itu,” ucapnya.

“Tapi di kita itu hampir semua transaksi , mereka tidak ada yang tukar tambah. Cuma rata-rata belum terealisasi, karena mereka berharap mereka bisa jual kendaraannya dengan harga tinggi. Karena mereka melihat di harga market place digital dengan harga lama,” Fischer menambahkan.

Fischer pun menjelaskan dari sisi pengusaha mobil bekas, saat ini tidak ingin membeli mobil konsumen dengan harga sebelum pandemi virus Corona.

“Kenapa harga lama? Karena harga perolehan mereka itu (di dapat dari situs jual beli kendaraan online-Red) masih harga bulan Februari 2020. Sehingga kalau jual murah sekarang para pedagang ini akan rugi dong, dan mereka (pengusaha jual beli mobil bekas-Red) berharap bisa menjual harga normal. Tapi kalau mereka ambil harga normal tidak? Ya enggak, karena mereka (pengusaha mobil bekas-Red) memprediksi ke depan ini harga akan turun terus,” ujar Fischer.

“Jadi orang yang jual mobil itu mengalami kenaikan 15 persen, tapi banyak yang belum terealisasi karena mereka berharap bisa menjual mobilnya dengan harga yang tinggi. Tapi menariknya lagi, yah selang seminggu atau 10 hari mereka balik lagi dan tetap menjualnya. Yah mungkin setelah 10 hari semakin terdesak, akhirnya kebutuhan cash itu lebih diutamakan. Kebanyakan gitu, 10 hari balik lagi, ya sudah deh saya jual deh,” tutup Fischer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here