POLITIK

Deklarasi Koalisi Nasdem-Demokrat-PKS Tunggu Mekanisme Partai

Selasa 15 Nov 2022 08:34 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Bilal Ramadhan

Deklarasi koalisi Nasdem-Demokrat-PKS masih menunggu mekanisme partai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan bahwa kesepahaman antara partainya, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih terus terjalin. Adapun belum terlaksananya dekalarasi disebabkan karena masih menunggunya mekanisme di internal masing-masing partai.

“Masih memerlukan tindak lanjut sesuai dengan mekanisme internal partai masing-masing. PKS misalnya keputusannya melalui Majelis Syuro, sementara Partai Demokrat melalui Majelis Tinggi Partai,” ujar Kamhar lewat keterangan tertulisnya, Senin (14/11).

Ia pun memaknai transaksi yang dimaksud Rocky Gerung bahwa adalah para pihak yang membangun komunikasi politik dan mengajukan proposalnya masing-masing. Ini yang masih terus berproses untuk mencapai titik kesepakatan bersama.

“Kami berkeyakinan deklarasi Koalisi Perubahan pada saatnya nanti akan menjadi game changer, karenanya ini yang mesti cermat dan seksama dijalankan, masih ada cukup waktu yang tersedia jadi tak mesti dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” ujar Kamhar.

Adapun pembahasan calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan disebutnya masih terus dilakukan oleh tim kecil Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS. Kriterianya tentu sosok yang dapat membawa kemenangan di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

“Partai Demokrat berpandangan bahwa pasangan capres dan cawapres yang akan diusung Koalisi Perubahan sebaiknya keduanya benar-benar merepresantasikan semangat perubahan, mendapat dukungan publik,” ujar Kamhar.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh mengatakan bahwa partainya belum memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen. Sehingga, ia tak bisa menjamin bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan akan pasti maju dalam kontestasi nasional mendatang.

“Mana bisa kita jamin, ini kan baru calon nominasi dari Nasdem, diperlukan tambahan portofolio yang memungkinkan untuk persyaratan itu terjadi,” ujar Surya usai perayaan HUT ke-11 Partai Nasdem di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (11/11).

Partai Nasdem, jelas Surya, hanya memiliki suara sebesar 10,3 persen yang merupakan hasil perolehannya pada pemilihan umum (Pemilu) 2019. Masih memerlukan sekira sepuluh persen suara untuk dapat memastikan mengusung Anies sebagai capres.

“Diperlukan kawan, nah seolah ini sudah terjadi hubungan komunikasi yang baik dengan kawan kita Partai Demokrat, kawan kita dari Partai PKS. Nah ini barangkali masing-masing sedang melihat,” ujar Surya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *