Cegah Corona, Gubernur Bali Larang Pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh

0
83
Foto: Gubernur Bali I Wayan Koster (Angga Riza/detikcom)

Tim detikcom – detikNews

Sabtu, 21 Mar 2020 11:01 WIB

Jakarta – Gubernur Bali I Wayan Koster menginstruksikan untuk tidak menggelar pawai Ogoh-ogoh. Kebijakan ini untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

Koster menyampaikan itu dalam surat Instruksi Gubernur Bali Nomor: 267/01-B/HK/2020 tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1942 di Bali. Surat yang ditandatangani Koster itu tertanggal 20 Maret 2020.

Dalam surat itu, Koster menginstruksikan kepada bupati/wali kota se-Bali, Parisada Hindu Dharma Indonesia se-Bali, Majelis Adat Desa se-Bali, dan Bandesa Adat/Kalihan desa se-Bali.

“Upacara Malasti/Makiyis/Malis, Tawur Kasanga, dan Pangrupukan dilaksanakan dengan melibatkan para perugas pelaksana upacara dalam jumlah yang sangat terbatas, paling banyak 25 orang, hanya untuk pelaksana utama, yaitu: pemangku, sarati, dan pembawa sarana utama,” kata Koster.

Sementara, pawai Ogah-ogah dilarang dalam dalam bentuk apapun. “Kedua, tidak melaksanakan pawai Ogoh-ogoh, dalam bentuk apapun, Ogoh-ogoh,” ujarnya.

Koster meminta kepada pihak terkait untuk melaksanakan, mengkordinasikan, dan mengawasi pelaksanaan instruksi ini dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.

Ditambahkannya, instruksi itu atas pertimbanganya penyebaran COVID-19 yang kian meningkat. Karenanya, upaya pencegahan harus ditingkatkan demi penyelamatan umat manusia

Sebelumnya, Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sudiana dan Ketua FKUB Provinsi Bali mengeluarkan surat edaran terkait pawai Ogoh-ogoh yang akan dilaksanakan menjelang hari raya Nyepi. Umat Hindu tetap diperbolehkan melakukan pawai ogoh-ogoh dengan syarat.

“Pengarakan Ogoh-ogoh berkaitan dengan Upacara Tawur Kasanga hari suci Nyepi Tahun Saka 1942, pengarakan ogoh-ogoh bukan merupakan rangkaian hari Suci Nyepi sehingga tidak wajib dilaksanakan oleh karena itu pengarakan ogoh-ogoh sebaiknya tidak dilaksanakan,” kata Sudiana saat membacakan surat edaran di jumpa pers di rumah jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Selasa (17/3/2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here