Capt Pilot Wanita Pertama di RI Sempat Cerita Kena COVID-19 Sebelum Wafat

0
4
Kapten Indah Yuliani (Foto: dok. istimewa)

Audrey Santoso – detikNews

Sabtu, 12 Sep 2020 19:08 WIB

Jakarta – Indah Yuliani, kapten pilot wanita pertama untuk penerbangan sipil di Indonesia, tutup usia setelah terpapar virus Corona (COVID-19). Ketika sakit, Indah atau yang akrab disapa Cipluk oleh rekan-rekannya, sempat berbagi cerita.

Dalam rekaman percakapan via WhatsAppyang dibagikan Ketua Dewan Etik Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Capt Noor Wahjudie kepada detikcom, Sabtu (12/9/2020), Indah mengatakan awalnya tak merasakan gejala Corona. Dia pun sempat melakukan tes PCR swab dan hasilnya negatif.

“PCR kedua langsung positif,” cerita Indah.

Pesan itu ditulis Indah pada Rabu (9/9). Dia lalu mengatakan kondisinya menurun setelah dinyatakan positif Corona.

“Drop, temperatur 38,9 (derajat Celsius),” ucap Indah.

Indah sempat berpesan kepada rekan-rekan pilot untuk tak menyepelekan kesehatan. Dia juga bercerita sempat dipasangi ventilator.

“Jadi untuk teman-teman, jangan pernah bilang kita baik-baik saja. Hikmahnya buat saya, Allah masih sayang saya, masih dikasih kesempatan bertahan sampai kemarin (8/9) malam ventilator baru lepas,” tutur Indah kala itu.

“Penyakit ini luar biasa. Ini pelajaran terbaik untuk kita semua, belajar dari cerita teman kita sendiri. Penyakit ini dahsyat banget,” sambung Indah.

Capt. Indah Yuliani pun sempat menceritakan berada di ruang ICU dan mendoakan rekan-rekan pilot agar memperhatikan kesehatan.

Take care ya, teman-teman,” ucap Indah.

Sebelumnya, IPI menyampaikan rasa dukacita atas kepergian Capt Indah Yuliani. Indah Yuliani meninggal dunia pada usia 61 tahun.

“Ikatan Pilot Indonesia (IPI) merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Almarhumah Capt Indah Juliani (Cipluk),” tulis Ketua Dewan Etik IPI Capt Noor Wahjudie lewat pesan singkat kepada detikcom.

Noor Wahjudie mengatakan penghormatan IPI tak sekadar karena Indah pilot senior. IPI menilai Indah adalah sosok yang inspiratif bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri.

“Kami menghormati Almarhumah bukan hanya dalam kapasitasnya sebagai pilot senior. Tapi juga perannya dalam meng-encourage para wanita untuk mengembangkan potensinya secara penuh (di dunia penerbangan),” ucap Noor Wahjudie.

Noor Wahjudie menuturkan Indah meninggal dunia pada Jumat (11/9). Jenazah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur (Jaktim).

“Selamat jalan sahabatku. Damai dan berbahagialah di sisi-Nya,” ujar Noor Wahjudie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here