Bisnis Lesu, Biro Perjalanan Fokus Layani Pembatalan

0
45
Sejumlah wisatawan mancanegara berada di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (29/1/2020). Virus Corona yang mewabah di berbagai negara tidak mempengaruhi tingkat kunjungan turis China di Candi Borobudur, tercatat sejak awal bulan hingga sekarang, ada 800-an turis China mengunjungi candi peninggalan wangsa Syailendra tersebut. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/pd.

Sabtu 28 Mar 2020 04:11 WIB

Red: Hiru Muhammad

Konsumen juga bisa melakukan refund dan reschedule di aplikasi secara mandiri

REPUBLIKA.CO.ID,AKARTA — Wabah virus corona COVID-19 berdampak besar terhadap bisnis pariwisata karena orang-orang tak leluasa untuk keluar rumah, apalagi bepergian ke tempat jauh. Penundaan dan pembatalan tiket tak terelakkan, sehingga biro-biro perjalanan kini fokus membantu konsumen memberikan panduan mengubah rencana perjalanan.

Biro perjalanan daring Pegipegi mencatat ada peningkatan permohonan penundaan serta pembatalan rencana perjalanan sebanyak empat kali lipat. Konsumen yang ingin mengajukan perubahan rencana perjalanan jadi prioritas Pegipegi, kata Corporate Communications Manager Pegipegi Busyra Oryza. 

Pembatalan dapat diajukan melalui fitur Online Refund di aplikasi, atau menghubungi layanan konsumen melalui telepon atau surel. “Saat ini, Pegipegi tetap beroperasi seperti biasa di mana website maupun aplikasi dan CS kami tetap dapat diakses 24/7 untuk memenuhi segala kebutuhan pelanggan,” kata Busyra kepada ANTARA, Jumat (27/3)

Di tengah situasi yang tidak pasti, pelanggan yang harus bepergian saat ini bisa menambahkan asuransi perjalanan sehingga merasa lebih aman bila penerbangannya dibatalkan sewaktu-waktu. Hal yang sama dilakukan oleh biro perjalanan Tiket.com. Fokus mereka di tengah virus corona adalah membantu pelanggan yang ingin mengubah atau membatalkan perjalanan. “Untuk saat ini memang refund dan reschedule memang meningkat tajam dari biasanya,” ujar Senior Public Relations Executive Tiket.com Yosi Marhayati.

Agar konsumen lebih mudah dalam mengatur perjalanan, Tiket.com meluncurkan panduan fitur refund dan reschedule di aplikasi secara mandiri. Kendati demikian, virus corona tidak serta merta membuat aktivitas jadi terhenti. Yosi mengatakan transaksi masih terus berjalan karena tidak semua maskapai internasional memberlakukan keadaan kahar (force majeure) terkait COVID-19.”Bahkan ada beberapa maskapai yang juga mulai mencabut kebijakan force majeure.”

VP Brand Communications Panorama Group AB Sadewa membenarkan dampak besar COVID-19 terhadap industri pariwisata. “Beragam pembatasan dan larangan untuk masuk atau keluar negeri memberikan pengaruh pada pariwisata inbound dan outbound. Pembatasan keluar rumah juga membuat pengaruh signifikan pada pariwisata domestik,” kata AB Sadewa.

Saat ini Panorama Group melakukan banyak konsolidasi internal, serta melayani pelanggan sesuai protokol kesehatan. Layanan via telepon tetap tersedia untuk konsumen yang membutuhkan. “Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan pelanggan supaya tidak terjadi penyebaran COVID-19.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here