Biar Paham! Ini Penjelasan Lengkap soal Asuransi Unit Link

0
43

Tim detikcom – detikFinance
Sabtu, 05 Feb 2022 09:00 WIB

Jakarta – Beberapa waktu lalu sempat heboh nasabah geruduk kantor perusahaan asuransi Prudential dan AIA. Mereka tergabung dalam Komunitas Korban Asuransi
Para nasabah itu meminta pertanggung jawaban atas masalah asuransi unit link yang mereka beli lewat para agen. Lantas, apa sebenarnya asuransi unit link itu? Berikut penjelasan lengkapnya dikutip dari akun Instagram Otoritas Jasa Keuangan (OJK) @ojkindonesia.

Apa itu Asuransi Unit Link?

Unit link atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) merupakan produk asuransi. Namun, berbeda dengan produk asuransi tradisional, unit link menawarkan layanan tambahan untuk memudahkan konsumen yang mendapatkan perlindungan asuransi sekaligus berinvestasi.

Nah ada hal penting perlu diperhatikan. Pertama, unit link bukan produk tabungan. Jadi, premi yang dibayarkan nasabah selain untuk keperluan proteksi, sebagian dialokasikan untuk pengembangan dana atau investasi.

Kedua, ada risiko penurunan nilai investasi pada unit link. Misalnya, saat harga saham atau pasar uang turun, nilai investasi unit link juga terdampak. Ingat, prinsip investasi high risk high return.

Jenis-jenis Asuransi Unit Link
Mengacu pada penempatan dana investasinya, ada 4 jenis Unit Link:

(1) Unit Link Pasar Uang (Cash Fund Unit Link)
seluruh porsi investasi ditempatkan di instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan surat utang jangka pendek. Penempatan dana ini memiliki risiko yang rendah namun juga imbal hasil yang terbatas. Asuransi Unit Link jenis ini sangat cocok untuk konsumen pemula yang cenderung tidak berani mengambil risiko (konservatif).

(2) Unit Link Pendapatan Tetap (Fixed Income Unit Link)
Penempatan dana sekurang-kurangnya 80% untuk porsi investasi pada instrumen surat utang atau obligasi dan sisanya ditempatkan di instrumen pasar uang. Risiko investasi pada Asuransi Unit Link jenis ini lebih tinggi dari Asuransi Unit Link pasar uang dengan imbal hasil yang lebih tinggi pula. Asuransi Unit Link jenis ini cocok bagi konsumen yang ingin mendapatkan imbal hasil yang relatif stabil. Jangka waktu investasi pada asuransi unit link jenis ini biasanya 1 sampai 3 tahun. Asuransi Unit Link jenis ini sangat cocok untuk konsumen yang mampu menerima risiko sedang (moderat).

(3) Unit Link Investasi Campuran (Managed Unit Link)
Porsi investasi ditempatkan pada instrumen saham, obligasi, dan pasar uang dengan komposisi tertentu. Risio dan potensi imbal hasil dari produk Asuransi Unit Link ini lebih besar dari Asuransi Unit Link pendapatan tetap, namun lebih kecil daripada Asuransi Unit Link saham. Asuransi Unit Link ini sesuai untuk para konsumen yang ingin memperoleh pendapatan yang memadai sekaligus peluang pertumbuhan investasi jangka panjang.

(4) Unit Link Dana Saham (Equity Unit Link),
Penempatan dana sekurang-kurangnya 80% untuk porsi investasi pada instrumen saham. Asuransi Unit Link jenis ini paling cocok untuk konsumen yang ingin mendapatkan keuntungan secara maksimal. Asuransi Unit Link saham menawarkan imbal hasil yang paling besar namun dengan risiko yang paling besar pula. Asuransi Unit Link jenis ini sesuai untuk investasi jangka panjang. Asuransi Unit Link jenis ini sangat cocok untuk konsumen yang memiliki pemahaman secara baik sehingga cenderung berani mengambil risiko (agresif).

Mengutip sikapiuangmu.ojk.go.id, kepesertaan Asuransi Unit Link ditandai dengan diterbitkannya polis Asuransi Unit Link oleh perusahaan asuransi. Selanjutnya demi menjaga kelangsungan kepesertaan tersebut, maka konsumen wajib melakukan pembayaran premi Asuransi Unit Link baik secara tunggal maupun secara berkala (secara tahunan, triwulanan, maupun bulanan).

Biaya yang dibebankan kepada pemegang polis Asuransi Unit Link:

1. Biaya asuransi, komponen biaya yang dibebankan kepada konsumen sehubungan dengan pertanggungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi.

2. Biaya perolehan atas polis (akuisisi) yang antara lain meliputi biaya pemeriksaan kesehatan, pengadaan polis, dan pencetakan dokumen, remunerasi/komisi bagi karyawan dan agen.

3. Biaya administrasi, biaya yang dibebankan sehubungan dengan adanya administrasi polis.

4. Biaya pengelolaan dana, biaya yang dibebankan terhadap aset investasi unit link yang dimiliki oleh konsumen yang ditujukan untuk pengelolaan investasi.

5. Biaya pengalihan dana (switching), merupakan biaya yang dibebankan dalam hal terdapat pengalihan alokasi dana investasi yang dilakukan oleh pemegang polis.
6. Biaya penarikan, biaya yang dibebankan jika konsumen melakukan penarikan sebagian dana pada tahun awal kepesertaan.

7. Biaya top up, biaya yang dibebankan jika konsumen melakukan pembayaran premi tambahan untuk meningkatkan nilai investasi (premi top up).

8. Biaya penghentian/penebusan polis, merupakan biaya yang dibebankan dari nilai investasi jika konsumen melakukan penghentian/penebusan polis asuransi unit link sebelum batas waktu tertentu yang diperbolehkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here