Atasi Masalah Pakan Ternak, UMM Ciptakan Bioteknologi 5 in 1

0
47
Guru Besar UMM berinovasi dengan membuat produk biofarma 5+1, yang dapat menjawab permasalahan pakan hewan ternak. Foto peternak mengangkut jerami untuk dijadikan pakan ternak, (ilustrasi).

Kamis 13 Feb 2020 15:53 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amand

Pakan merupakan salah satu hal terpenting dalam suatu usaha peternakan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pakan merupakan salah satu hal terpenting dalam suatu usaha peternakan. Limbah pertanian yang biasa digunakan sebagai sumber pakan ternak, belum menjamin nutrisi dan kecernaan yang tinggi. Terlebih, terdapat residu pestisida yang tidak menjamin keamanan pangan dari hasil peternakan.

Guru besar bidang nutrisi dan ternak organik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini MP, dalam salah satu risetnya mencatat, terdapat 12 residu organoklorin paling berbahaya pada hasil peternakan. Dalam pengembangannya, ia menemukan bakteri yang dapat mendegradasikan senyawa kompleks bahkan senyawa berbahaya.

Untuk menindaklanjuti riset tersebut, Indah, begitu sapaannya membuat produk bioteknologi. Indah berinovasi dengan membuat produk biofarma 5+1, yang dapat menjawab permasalahan pakan hewan ternak tersebut.

“Jadi dalam satu kemasan Biofarm terdapat lima manfaat sekaligus, yaitu sebagai bionutrisi, imunobiotik, biofermentasi, probiotik dan prebiotik. Bakteri probotik yang saya gunakan juga sudah terkenal dapat mendegradasi residu-residu kimia,” kata dosen mata kuliah Ilmu dan Teknologi Pangan UMM ini, melalui siaran persnya, Kamis (13/2).

Dalam riset yang dilakukan untuk memformulasikan produk tersebut, ia menemukan, terdapat mineral makro dan mikro yang diserap oleh hewan ternak. Hal tersebut dapat meningkatkan ketersediaan mineral yang berasal dari protein mikroba. Selanjutnya terdapat senyawa aktif sebagai anti-infeksi untuk menjaga kesehatan ternak.

Jika digunakan dalam starter fermentasi pakan, lanjut Indah, dapat dilakukan dengan mudah, tidak mudah terkontaminasi, dan dapat hidup dalam kondisi aerob serta anaerob. Sehingga, peternak tidak lagi harus menutup pakannya dengan sangat rapat.

“Pakan akan awet, tetap kuning dan bagus. Akan tetapi jika dimakan akan rapuh dan mudah dikunyah. Sehingga perut cepat kosong dan konsumsi semakin tinggi,” kata dia.

Fungsi lain yang menjadi pembeda dengan produk yang dijual di pasaran adalah probiotik. Bakteri hidup yang digunakan dapat hidup pada alat pencernaan sapi meskipun dalam keadaan anaerob. Gunanya, lanjut Indah, untuk membantu memperbaiki kondisi rumen. Prebiotik yang digunakan juga dapat menutrisi bakteri hidup di dalam alat pencernaan.

“Sudah 5.000 produk yang terdistribusikan ke peternak dan perusahaan-perusahaan. Yang terlihat adalah konsumsinya tinggi, ternak lebih sehat, dagingnya merah, produksi meningkat baik susu, bobot badan, produksi telur, dan juga tidak bau. Cukup efisien juga, karena 1 liter biofarm dapat mengolah 1 ton pakan atau bisa untuk 1.000 liter air,” ujar Indah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here