Ada Gambar tak Senonoh di Acara Deklarasi, Guru Besar ITB: Semoga Diampuni Dosanya

0
10

Guru Besar ITB minta pelaku gambar tak senonoh di acara deklarasi diampuni dosanya.

Senin 05 Feb 2024 22:08 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Gambar bergerak tidak senonoh pada salah satu profil peserta daring di aksi deklarasi Guru Besar dan dosen ITB Peduli Demokrasi Berintegritas bikin heboh warganet dan sempat menjadi pembicaraan, Senin (5/2/2024) sore. Peristiwa itu sempat muncul dan dibicarakan di media sosial itbfess.

Seperti diketahui, aksi deklarasi digelar di Gedung Sabuga Bandung, Senin (5/2/2024) dan disiarkan secara daring di platform zoom. Ratusan peserta mengikuti acara secara daring dan luring.

Acara dimulai oleh diskusi dengan narasumber Prof Yasraf Amir Piliang dilanjutkan pembacaan puisi oleh Acep Iwan Saidi. Dilanjutkan oleh pembacaan deklarasi yang dibacakan oleh dosen Nedina Sari.

Seusai deklarasi, Guru Besar Sekolah Farmasi ITB Daryono Hadi Tjahjono menduga terdapat pihak-pihak yang tidak senang terhadap kegiatan deklarasi Guru Besar dan Dosen ITB. Ia berharap pelaku segera sadar dan tidak melakukan kembali perbuatan tersebut.

“Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang kurang senang apa yang kami lakukan ini, kami memaklumi. Mudah-mudahan beliau atau siapapun yang membuat ini segera disadarkan dan diampuni dosa-dosanya,” kata dia.

Daryono melanjutkan pihaknya sedikit lengah sehingga muncul profil tersebut. Oleh karena itu pihaknya meminta maaf kepada seluruh peserta.

“Ya mungkin itu kelengahan dari kami, jadi kami juga mohon maaf kepada para pemirsa kalau hal ini terjadi,” kata dia.

Ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan seluruh para guru besar dan dosen ITB menindaklanjuti aksi tidak terpuji tersebut. Daryono memastikan kegiatan deklarasi tidak mendapatkan tekanan sebab proses yang dilalui berjalan demokratis.

“Alhamdulillah tidak ada ya (tekanan), akhirnya tadi dijelaskan, memang prosesnya cukup panjang, karena kita ingin proses ini berjalan dengan demokratis, karena kita koreksinya demokrasi, sehingga proses juga harus se demokratis mungkin,” kata dia.

Ia mengakui muncul perbedaaan antara guru besar. Pihaknya menghargai hal tersebut. Sejumlah guru besar dan dosen ITB melakukan deklarasi untuk mendorong pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) berjalan dengan jujur, adil, bebas dan rahasia. Mereka pun meminta para pemimpin bangsa untuk bersikap sebagai negarawan serta menjadi teladan bagi masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here