4 PDP yang Diisolasi di Sragen Dipulangkan, Bupati: Negatif Corona

0
70
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Senin (16/3/2020). (Foto: Andika Tarmy/detikcom)

Andika Tarmy – detikNews

Sabtu, 21 Mar 2020 10:16 WIB

Sragen – Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan ada empat orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang dipulangkan hari ini. Empat PDP itu dinyatakan negatif virus Corona (COVID-19).

“Data terakhir ada empat PDP. Namun hasil pemeriksaan lab dan rontgen menuju ke arah dengue fever dan gangguan pernapasan. Hari ini semuanya sudah dipulangkan ke rumah masing-masing,” kata Yuni, Sabtu (21/3/2020).

Empat PDP itu sebelumnya dirawat di ruang isolasi. Yaitu dua PDP diisolasi di RSUD dr Soehadi Prijonegoro dan dua orang dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong.

“Sampai hari ini status di Kabupaten Sragen masih dalam keadaan kewaspadaan dan kedaruratan dan belum ada ditemukan pasien positif COVID-19 di Sragen. Kita berdoa semoga tidak ada warga Sragen yang tertular,” terang Yuni.

Yuni melanjutkan, saat ini pemerintah telah mengeluarkan regulasi baru atau istilah baru yaitu pelaku perjalanan (PP). Pelaku perjalanan ini adalah kategori warga yang baru saja datang dari daerah-daerah terkonfirmasi COVID-19 atau dari luar negeri.

“Yang masuk kategori PP ini tetap harus isolasi diri sendiri masing-masing di rumahnya. Jika ada peningkatan lagi dari PP menjadi ODP (orang dalam pemantauan) misalnya, itu berarti harus disertai dengan gejala-gejala yang timbul seperti batuk, pilek, kesulitan menelan dan juga ada demam,” terangnya.

Kemudian, lanjut Yuni, dari ODP akan bisa menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) kalau disertai dengan hasil laboratorium dan rontgen. Pihaknya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Apabila merasa tidak sehat, warga diminta untuk sadar diri melakukan isolasi mandiri di rumah. Jika gejala terus meningkat, warga diimbau segera berkoordinasi dengan petugas terdekat.

Yuni mengharapkan partisipasi masyarakat untuk sama-sama melakukan pengawasan jika ada warganya yang masuk dalam kategori PP maupun ODP. Sehingga warga juga ikut mengontrol jika ada warga ODP yang tidak melakukan isolasi mandiri.

“Yang penting adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa kita serius loh ini. Jangan dianggap enteng, tapi bukan juga berarti harus takut yang berlebihan. Yang penting jangan nggampangne. Sekarang ada 250 PP dan 7 OPD di Sragen, bersama-sama kita awasi,” pungkasnya.

Hari ini, Pemkab Sragen melakukan penyemprotan disinfektan ke kantor-kantor, sekolah dan fasilitas umum di wilayah tersebut. Seluruh ASN Pemkab Sragen juga dikerahkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di kantor masing-masing.

Yuni menyebut penyemprotan ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk mencegah wabah Corona. Meski begitu, Pemkab Sragen belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait pandemi Corona ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here