4.542 Pemudik Tiba di Sleman, Pemkab Siapkan Shelter untuk Isolasi

0
42
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)

Jauh Hari Wawan S – detikNews

Selasa, 07 Apr 2020 19:45 WIB

Sleman – Sebanyak 4.542 pemudik tercatat masuk ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama pandemi virus Corona (COVID-19). Pemkab Sleman menyiapkan dua shelter untuk karantina pemudik yang datang dari berbagai daerah itu.

“Data per 6 April 2020, total pemudik mencapai 4.542 orang,” kata Pj Sekda Sleman, Harda Kiswaya dalam keterangannya, Selasa (7/4/2020).

Pemkab Sleman pun mewajibkan para pemudik yang datang untuk memeriksakan diri di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Dari hasil pemeriksaan, memperoleh dokumen telah periksa bila termasuk orang tanpa gejala (OTG), maka dipersilahkan karantina mandiri di rumah,” ujar Harda.

Harda menjelaskan Pemkab Sleman juga menyiapkan dua shelter atau tempat isolasi. Yaitu Asrama Haji Yogyakarta yang sudah siap dan Wisma Sembada di Kaliurang.

“Ada dua shelter atau tempat isolasi. Kemarin yang disiapkan Asrama Haji dan Youth Center, tapi untuk Youth Center tidak jadi dan kami gunakan Wisma Sembada,” katanya.

Dia menjelaskan ada kriteria khusus bagi pemudik yang ditempatkan di Asrama Haji maupun Wisma Sembada. Harda menyebut untuk asrama haji bakal digunakan untuk pemudik ODP yang menjalani tes atau menunggu hasil tes kesehatan. Kemudian PDP yang sudah sembuh menunggu pulang, petugas medis dan kesehatan yang tidak bisa pulang ke rumah. Lantaas Wisma Sembada dipakai untuk pemudik yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

“Ketentuannya sama yakni bila warga menolak pemudik kembali ke rumahnya maka harus ada surat pernyataan dari RT/ RW dan dukuh setempat dan direkomendasi oleh kepala desa dan diketahui camat wilayah. Nanti baru ditempatkan di Asrama Haji atau Wisma Sembada,” paparnya.

Harda juga meminta kepada pemangku wilayah setempat seperti RT, RW atau dukuh agar melakukan pendataan bagi pendatang.

“Bagi pendatang kami minta juga agar aktif lapor,” tegasnya.

Selain menyiapkan shelter, Pemkab Sleman juga menyiapkan dana untuk menanggulangi virus Corona. Total alokasi anggaran mencapai Rp 105 miliar.

“Anggaran itu disediakan untuk pengendalian dan penanganan COVID-19, dengan alokasi terbesar untuk bidang kesehatan. Saat ini sudah terealisasi Rp 80 miliar,” bebernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here