35 Orang Kena Virus Baru di China, Ini Gejala yang Dikeluhkan Pasien Langya

0
40

Rabu, 10 Agu 2022 08:30 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – Lagi-lagi virus baru ditemukan di China. Ada 35 orang yang jatuh sakit akibat virus Langya Henipavirus atau Layv, sejauh ini para ahli belum melaporkan kasus kematian karena virus Langya.
Gejala klinis yang dilaporkan dari 35 kasus virus Langya beragam. Namun, gejala khas yang ditemukan yakni demam, kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan, nyeri orot, mual, sakit kepala, dan muntah. Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan Chuang Jen-Hsiang menyebut tidak ditemukan koinfeksi atau virus lain, kecuali virus Langya pada hampir seluruh pasien.

“Dalam kasus yang lebih parah, pasien telah menunjukkan penurunan sel darah putih, jumlah trombosit yang rendah, gagal hati dan gagal ginjal. Tidak ada kematian yang dilaporkan sejauh ini,” demikian laporan kasus Langya, dikutip dari Newsweek, Rabu (10/8/2022).

Virus Langya termasuk ke dalam henipavirus, yang memiliki angka kematian mulai dari 40 hingga 75 persen menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Seperti diketahui, angka tersebut berada di atas risiko kematian akibat COVID-19.

Saat ini tidak ada vaksin untuk henipavirus. Satu-satunya pengobatan yang dapat diberikan oleh dokter dan profesional medis adalah perawatan suportif untuk berbagai gejala.

Tertular dari Mana?

CDC Taiwan dilaporkan sedang mengerjakan pengurutan genome untuk membantu melacak penyebaran virus baru. Strain baru tersebut adalah bagian dari keluarga Paramyxoviridae, yakni beberapa virus mematikan, termasuk virus Nipah, yang juga bersifat zoonosis karena berpindah dari hewan ke manusia.

Diketahui, tak satupun dari 35 pasien yang diketahui memiliki kontak dekat satu sama lain atau ditemukan memiliki riwayat perjalanan yang sama. Hal ini diduga menunjukkan bahwa penyebaran virus Langya adalah sporadis pada manusia. Virus ini juga diketahui ditemukan pada hewan tertentu, seperti tikus.

Pejabat setempat juga tidak mengetahui apakah seluruh pasien virus Langya ini tertular dari hewan, namun pihak berwenang China mendesak masyarakat agar terus berhati-hati. Belum juga ada laporan terkait kemungkinan penularan antarmanusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here