15,2 Persen Warga Indonesia Semakin Sering Merokok Saat Pandemi Corona

0
8
Alasan ada warga yang semakin sering merokok saat pandemi Corona. (Foto: Ilustrasi rokok (andi/detikcom)

Selasa, 15 Sep 2020 12:31 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – Sebanyak 50,2 persen warga Indonesia masih merokok selama pandemi Corona dengan jumlah yang sama sebelum wabah merebak. Namun, terdapat 15,2 persen warga lainnya yang intensitas merokoknya meningkat selama wabah Corona.

Data tersebut terungkap dalam survei Komnas Pengendalian Tembakau terkait perilaku merokok saat pandemi COVID-19. Ada 612 orang dari 25 provinsi di Indonesia yang mengikuti survei tersebut.

Adapun salah satu alasan yang membuat seseorang semakin sering merokok selama pandemi Corona adalah karena ada klaim nikotin bisa mencegah masuknya COVID-19 ke dalam tubuh. Padahal, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, menegaskan merokok bisa meningkatkan risiko tertular COVID-19. Hal ini dikarenakan kebiasaan tangan saat sedang merokok.

“Sering meletakkan tangan ke mulut saat merokok dapat mentransfer virus ke dalam tubuh,” demikian paparan dr Agus dalam sebuah acara webinar.

“Ada empat hal yang dapat menjelaskan risiko terinfeksi COVID-19. Merokok menyebabkan gangguan sistem imunitas, meningkatkan regulasi aseptor ACE2, menyebabkan terjadinya komorbid, dan meningkatkan transmisi virus ke tubuh,” lanjut dr Agus.

Demikian juga perokok pasif, perokok pasif memiliki risiko yang sama tingginya dengan perokok aktif pada paparan infeksi COID-19. “Perokok pasif kemungkinan memiliki risiko yang sama terhadap COVID-19 seperti halnya perokok aktif,” bebernya.

Sebagai gambaran risiko merokok dengan paparan COVID-19 juga terbukti dari perawatan ICU lebih banyak pada pasien yang merokok dibandingkan tidak merokok. dr Agus mengambil data pada riset seribu pasien di China terkait perokok dengan COVID-19 yang lebih membutuhkan perawatan intensif yaitu 12,3 persen perokok, sementara bukan perokok sebanyak 4,7 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here