WHO Makin Yakin Gejala Varian Omicron Lebih Ringan! Ada Tapinya Sih

0
15

Rabu, 05 Jan 2022 08:30 WIB

Vidya Pinandhita – detikHealth

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) semakin yakin soal infeksi varian Omicron menyebabkan gejala lebih ringan dibanding varian Corona lainnya, termasuk varian Delta. Pasalnya, varian omicron lebih banyak mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas, bukan paru-paru.
Namun begitu WHO menegaskan, masih diperlukan banyak penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal tersebut.

“Kami melihat semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa Omicron menginfeksi bagian atas tubuh. Tidak seperti yang lain, paru-paru yang akan menyebabkan pneumonia parah,” ujar Manajer Insiden WHO Abdi Mahamud, dikutip dari Reuters, Rabu (5/1/2022).

“Ini bisa menjadi kabar baik, tetapi kami benar-benar membutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikannya,” sambungnya.

Sejak pertama kali terdeteksi yakni November 2021, data WHO menunjukkan varian Omicron menyebar dengan amat cepat, setidaknya di 128 negara. Namun seiring jumlah kasus yang terus meningkat, tingkat rawat inap dan kematian akibat infeksi varian Omicron tercatat lebih rendah dibanding fase-fase pandemi COVID-19 sebelumnya.

“Apa yang kita lihat sekarang adalah …. pemisahan antara kasus dan kematian,” kata Mahamud.

Pun begitu, Mahamud menegaskan bahwa dengan kemampuan penularan yang tinggi, varian Omicron berpotensi menjadi varian dominan di banyak wilayah dalam beberapa pekan mendatang. Hal tersebut berisiko menimbulkan ancaman bagi sistem medis, khususnya di negara-negara yang sebagian besar penduduknya tidak divaksinasi COVID-19.

“Prediksi kami adalah perlindungan terhadap rawat inap yang parah dan kematian (dari Omicron) akan dipertahankan,” beber Mahamud.

Mahamud juga menyinggung vaksin COVID-19 Sinopharm dan Sinovac bekerja menekan kasus rawat inap dan gejala berat pada pasien Omicron. Sebab di China negara kedua vaksin tersebut digunakan, kasus Omicron terhitung sangat rendah.

“Tantangannya bukanlah vaksin, tetapi vaksinasi dan menjangkau populasi yang rentan itu,” pungkas Mahamud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here