WHO Investigasi Laporan Soal Pasien COVID-19 Kembali Positif Setelah Sembuh

0
61
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)

Marlinda Oktavia Erwanti – detikNews

Minggu, 12 Apr 2020 13:52 WIB

Seoul – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah meneliti laporan adanya pasien COVID-19 yang kembali positif setelah dua kali dinyatakan negatif dan dikaji untuk dipulangkan dari rumah sakit. Laporan itu salah satunya berasal dari Korea Selatan.

Dilansir Reuters, Minggu (12/4/2020), pada Jumat (10/4) Pejabat Korsel melaporkan 91 orang yang kembali terinfeksi COVID-19. Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, Jeong Eun-kyeong mengatakan bahwa virus itu mungkin “aktif kembali” daripada pasien terinfeksi ulang.

“Kami mengetahui laporan-laporan ini dari individu yang telah dites negatif untuk COVID-19 menggunakan pengujian PCR (polymerase chain reaction) dan kemudian setelah beberapa hari pengujian positif lagi,” kata WHO.

“Kami berhubungan erat dengan para ahli klinis kami dan bekerja keras untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kasus-kasus individual tersebut. Penting untuk memastikan bahwa ketika sampel dikumpulkan untuk pengujian pada pasien yang dicurigai, prosedur dipatuhi dengan benar, ” imbuhnya.

Menurut pedoman WHO tentang manajemen klinis, seorang pasien dapat dipulangkan dari rumah sakit setelah dua kali berturut-turut, hasil pemeriksaan menunjukkan pasien negatif COVID-19, setidaknya 24 jam setelahnya.

WHO menuturkan, berdasarkan studi saat ini, ada periode sekitar dua minggu antara timbulnya gejala dan pemulihan klinis pasien dengan penyakit COVID-19 ringan.

“Kami menyadari bahwa beberapa pasien positif PCR setelah mereka pulih secara klinis, tetapi kami membutuhkan pengumpulan sampel sistematis dari pasien yang pulih untuk lebih memahami berapa lama mereka melepaskan virus hidup,” katanya.

Sementara, para pejabat kesehatan Korea Selatan mengatakan pada hari Jumat bahwa masih belum jelas apa yang ada di balik tren ini. Saat ini, penyelidikan epidemiologis masih berlangsung.

“Karena COVID-19 adalah penyakit baru, kami membutuhkan lebih banyak data epidemiologi untuk menarik kesimpulan profil pelepasan virus,” kata WHO.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here