Wakil Menhan Saudi yang Juga Adik Putra Mahkota Kunjungi AS, Ada Apa?

0
26

Novi Christiastuti – detikNews

Rabu, 07 Jul 2021 10:16 WIB

Washington DC – Wakil Menteri Pertahanan (Menhan) Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat (AS) pada pekan ini. Pangeran Khalid diketahui merupakan adik laki-laki dari Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang menjadi pemimpin de-facto Saudi.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (7/7/2021), kunjungan Pangeran Khalid ini tercatat sebagai kunjungan pejabat Saudi dengan posisi tertinggi sejak Presiden Joe Biden menjabat dan sejak AS merilis temuan intelijen yang mengaitkan MBS dengan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Dalam temuan intelijen itu, AS diketahui menuduh MBS menyetujui operasi tahun 2018 yang berujung pembunuhan Khashoggi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Khashoggi yang dikenal sebagai kolumnis The Washington Post ini juga diketahui kerap mengkritik kebijakan otoritas Saudi.https://7f795eff36acf806894262c28b602f5c.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html

Otoritas Saudi telah membantah tuduhan AS yang disampaikan melalui temuan intelijen itu.

Kunjungan Pangeran Khalid ke Washington DC ini dilakukan pada Selasa (6/7) waktu setempat. Dalam pernyataannya, otoritas AS menyebut dalam kunjungan itu, Pangeran Khalid menggelar pembicaraan dengan sejumlah pejabat senior AS untuk membahas konflik Yaman dan ancaman dari Iran — musuh abadi Saudi.

Secara terpisah, Sekretaris Gedung Putih, Jen Psaki, menyebut bahwa kematian Khashoggi kemungkinan juga akan ikut dibahas. Diketahui bahwa Gedung Putih pada era mantan Presiden Donald Trump mempertahankan hubungan dekat dengan MBS meskipun dia terseret kematian Khashoggi.

Namun pernyataan resmi Gedung Putih soal pertemuan Pangeran Khalid dengan penasihat keamanan nasional, Jake Sullivan, tidak menyinggung soal pembunuhan Khashoggi. Meskipun disebutkan bahwa Sullivan ‘menekankan pentingnya kemajuan dalam memajukan hak asasi manusia di Kerajaan (Saudi)’.

Lebih lanjut disebutkan bahwa kedua pejabat membahas kemitraan AS dengan Saudi, keamanan kawasan dan ‘komitmen AS dalam membantu Arab Saudi mempertahankan wilayahnya saat menghadapi serangan dari kelompok-kelompok yang didukung Iran’.

Pangeran Khalid juga bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan AS, Colin Kahl, dalam kunjungannya. Keduanya, menurut Pentagon, membahas soal ‘upaya-upaya untuk mengakhiri perang di Yaman dan komitmen bersama AS-Saudi untuk menangkal aktivitas Iran yang mendestabilisasi’ dan isu-isu lainnya.ad

Pertemuan itu memberikan gambaran kepada Saudi soal bagaimana hubungannya dengan AS bergeser dari kebijakan-kebijakan pro-Saudi pada era Trump.

Koalisi militer pimpinan Saudi mulai melakukan intervensi terhadap konflik Yaman sejak tahun 2015, setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran melengserkan pemerintahan resmi Yaman di ibu kota Sanaa. Pemberontak Houthi menyatakan mereka memerangi sistem yang korup.

Puluhan ribu warga Yaman, kebanyakan warga sipil, tewas dalam enam tahun terakhir selama konflik terus berlanjut. Jutaan orang lainnya di Yaman disebut berada di ambang kelaparan.

Psaki menambahkan bahwa pertemuan pejabat Saudi dan AS itu juga bisa membahas soal kebutuhan pertahanan Saudi.

“Mereka akan membahas kemitraan lama antara Amerika Serikat dan Arab Saudi, keamanan kawasan dan komitmen AS untuk membantu Arab Saudi mempertahankan wilayahnya saat menghadapi serangan dari kelompok-kelompok yang didukung Iran,” tutur Psaki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here