Varian Delta Meningkat di DKI, Totalnya Jadi 1.278 Kasus

0
17
Varian baru Corona di DKI Jakarta meningkat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7) Baca artikel detikHealth, "Varian Delta Meningkat di DKI, Totalnya Jadi 1.278 Kasus" selengkapnya https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5811523/varian-delta-meningkat-di-dki-totalnya-jadi-1278-kasus. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Senin, 15 Nov 2021 07:34 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – Dalam sebulan terakhir, DKI Jakarta mencatat peningkatan kasus varian Delta yang signifikan. Sementara, jumlah varian baru Corona seperti varian Alpha, varian Delta, hingga varian Beta terbanyak di Indonesia berasal dari DKI Jakarta, dengan total 1.327 kasus.
Sementara menurut catatan Balitbangkes Kemenkes RI per 13 November, penambahan varian Delta paling tinggi dilaporkan Jawa Barat yaitu bertambah 165 kasus, DKI Jakarta 90 kasus, disusul Sulawesi Utara 86 kasus.

Belakangan ini, pemerintah juga mewaspadai kemunculan subvarian Delta AY.4.2 yang memicu peningkatan kasus COVID-19 di Inggris. Subvarian Delta ini diyakini memiliki 10-15 persen penularan lebih tinggi ketimbang varian Delta ‘asli’.

Corona AY.4.2 yang juga disebut varian ‘Delta Plus’ sudah ditemukan di Singapura hingga Malaysia. Meski begitu, Indonesia sebenarnya memiliki 25 mutasi atau turunan dari varian Delta yang juga diwaspadai.

Bahkan, salah satu subvarian yang dominan ditemukan dan bermutasi di Indonesia yaitu Corona AY.23 sudah menyebar ke beberapa negara termasuk Singapura.

“Varian Delta B16172 masuk ke Indonesia, kemudian dia bermutasi dan itu menjadi AY.23 dan itu menjadi sublineage, varian yang sangat dominan di Indonesia, menyebar ke luar, salah satunya Singapura,” beber Menkes dalam webinar online, Sabtu (13/11/2021).

“Karena Singapura paling besar adalah AY.23 yaitu merupakan varian baru dari varian Delta,” lanjut Menkes, sembari mengingatkan pentingnya penjagaan ketat di pintu masuk demi mencegah masuknya varian baru yang memicu lonjakan kasus.

Berikut laporan terbaru Balitbangkes Kemenkes RI per 13 November 2021.

Varian Delta: 4.732 kasus

Aceh: 54 kasus
Sumatera Utara: 150 kasus
Sumatera Barat: 75 kasus
Bengkulu: 22 kasus
Sumatera Selatan: 59 kasus
Jambi: 195 kasus
Kepulauan Riau: 52 kasus
Kepulauan Bangka Belitung: 43 kasus
Riau: 58 kasus
Lampung: 6 kasus
Banten: 29 kasus
Jawa Barat: 757 kasus
DKI Jakarta: 1.278 kasus
DIY: 67 kasus
Jawa Timur: 85 kasus
Jawa Tengah: 309 kasus
Bali: 134 kasus
Nusa Tenggara Barat: 66 kasus
Nusa Tenggara Timur: 102 kasus
Kalimantan Tengah: 3 kasus
Kalimantan Barat: 56 kasus
Kalimantan Timur: 393 kasus
Kalimantan Utara: 70 kasus
Kalimantan Selatan: 126 kasus
Sulawesi Selatan: 24 kasus
Sulawesi Utara: 186 kasus
Sulawesi Tengah: 66 kasus
Sulawesi Tenggara: 20 kasus
Sulawesi Barat: 40
Gorontalo: 29 kasus
Maluku: 43 kasus
Maluku Utara: 44 kasus
Papua: 53 kasus
Papua Barat: 39 kasus

Varian Beta: 22 Kasus

DKI Jakarta: 12 kasus
Jawa Barat: 3 kasus
Jawa Timur: 6 kasus
Bali: 1 kasus


Varian Alpha: 76 kasus

Sumatera Utara: 2 kasus
Riau: 1 kasus
Sumatera Selatan: 1 kasus
Lampung: 1 kasus
Kepulauan Riau: 7 kasus
DKI Jakarta: 37 kasus
Jawa Barat: 20 kasus
Jawa Timur: 4 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Kalimantan Selatan: 1 kasus
Bali: 1 kasus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here