Novi Christiastuti – detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 11:03 WIB
Muscat – Iran dan Amerika Serikat (AS) bersiap untuk melakukan perundingan nuklir di Oman pada Jumat (6/2) waktu setempat. Teheran mengharapkan partisipasi serius dari Washington, sedangkan AS berupaya melihat apakah ada prospek kemajuan diplomatik terkait program nuklir Iran serta isu-isu lainnya.
Perundingan ini, seperti dilansir AFP, Jumat (6/2/2026), akan menjadi pertemuan pertama antara kedua negara sejak AS bergabung dengan Israel dalam perang melawan Iran pada Juni tahun lalu, dengan mengebom situs-situs nuklir Teheran.
Lokasi, waktu, dan format perundingan itu dikonfirmasi oleh kedua belah pihak, setelah berbagai laporan yang menyebut adanya ketidaksepakatan yang menggagalkan pembicaraan tersebut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, dan Utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dijadwalkan akan memimpin memimpin delegasi masing-masing negara dalam perundingan yang akan digelar di Muscat, ibu kota Oman, yang secara berkala bertindak sebagai mediator antara kedua negara.
Laporan kantor berita IRNA menyebut Araghchi telah tiba di Muscat pada Kamis (5/2) malam waktu setempat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam pernyataan pada Kamis (5/2) malam, menegaskan bahwa pihaknya memiliki “tanggung jawab untuk tidak melewatkan kesempatan apa pun untuk menggunakan diplomasi” guna menjaga perdamaian.
Teheran, sebut Baghaei dalam pernyataannya, mengharapkan agar “pihak Amerika juga akan berpartisipasi dalam proses ini dengan bertanggung jawab, realistis, dan serius”.



