Semarak Natal di Penjuru Bumi: dari AS sampai Arab Saudi

0
17

Tim detikcom – detikNews
Minggu, 26 Des 2021 20:06 WIB

Jakarta – Hampir seluruh negara di dunia menyambut suka cita perayaan Natal tahun ini. Meski di tengah pandemi Covid-19, terlebih penyebaran varian Omicron, perayaan Natal punya warna tersendiri.
detikcom merangkum kabar perayaan Natal di penjuru dunia, mulai dari Amerika Serikat hingga Arab Saudi:

Natal di Amerika Serikat dirayakan di tengah lonjakan kasus Corona. Bahkan hampir 1.000 penerbangan dibatalkan tepat pada 25 Desember 2021.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Minggu (26/12/2021) menurut penghitungan di situs pelacakan penerbangan FlightAware.com, sebanyak 957 penerbangan pada Hari Natal di AS, termasuk penerbangan domestik dan ke dalam atau ke luar negeri, dibatalkan. Jumlah ini naik dari malam Natal dengan 690 pembatalan. Dengan demikian hampir 2.000 penerbangan yang tertunda dalam dua hari terakhir.

Sementara itu, di seluruh dunia, ada lebih dari 2.700 penerbangan yang dibatalkan. Sementara 7.049 lainnya ditunda.

Di antara bandara AS yang paling terkena dampak adalah Hartsfield-Jackson International Atlanta, Newark Liberty International New Jersey, Los Angeles International dan JFK International New York. Enam dari 10 bandara global yang paling terkena dampak pembatalan adalah China.

Dalam pidato Natal pertamanya sebagai presiden AS, Joe Biden memuji orang Amerika atas kekuatan dan ketahanan mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Biden, yang dikenal sebagai pemeluk Katolik yang taat, mengatakan dia berdoa untuk “menemukan cahaya dalam kegelapan”.

Filipina

Natal di Filipina tahun ini dirasakan di tengah duka. Diketahui Filipina baru saja diterjang topan Rai beberapa waktu lalu.

Seorang pastor bernama Ricardo Virtudazo hadir untuk merayakan misa Natal sambil berdiri di genangan air di gerejanya pasca topan melanda.

Pastor dan puluhan umat berdoa untuk tahun yang lebih baik setelah topan menewaskan hampir 400 orang dan menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

“Yang penting kita semua selamat,” kata Joy Parera (31) yang hadir bersama suaminya di pulau Mindanao.

Korban selamat lainnya, Marites Sotis, mengatakan dia biasanya menyajikan daging hingga salad untuk Natal. Namun kini keluarganya tak bisa merayakan dengan cara serupa lantaran bencana yang melanda.

“Kami tidak akan memilikinya tahun ini karena harganya mahal,” kata pria berusia 53 tahun itu. “Kita akan puas dengan hanya makan spageti,”

Arab Saudi

Arab Saudi, yang dikenal ketat aturan agamanya, kini mulai terbuka merayakan Natal. Sejumlah toko mulai berani memajang pernak-pernik Natal.

Diketahui Kerajaan Arab Saudi sangat ingin mendorong budaya toleransi. Hal ini dilakukan untuk menghargai nilai perbedaan dan keragaman.

Kini Kerajaan telah memberikan perhatian besar untuk mendorong koeksistensi, penerimaan, dan asimilasi budaya asing di masyarakat, sehingga pengunjung dan ekspatriat tidak dikecualikan atau dipaksa untuk mengikuti kebiasaan yang bukan miliknya.

Seperti dilansir Arab News dan The Straits Times, Minggu (26/12/2021) salah satu yang merasakan perbedaan Natal di Arab Saudi adalah Maha Aljishi (36). Dia dan putrinya yang berusia 13 tahun dibuat takjub saat menemukan rumah roti jahe raksasa dan pajangan kawanan rusa kutub dengan kerlap-kerlip lampu di Riyadh Boulevard, sebuah kompleks perbelanjaan, makan, dan hiburan baru yang sangat besar di Arab Saudi.

“Apakah saya di Arab Saudi?” Aljishi bertanya-tanya dengan keras di Boulevard. “Apakah ini mimpi?”

“Saya berkata, ‘Hanya beberapa tahun yang lalu, ini semua haram,'” kenang Aljishi.

Diketahui otoritas bea cukai Saudi sempat memperingatkan melalui Twitter bahwa pohon Natal dilarang pada 2018. Akibatnya banyak pihak berkomentar miring soal larangan itu.

Namun pada Oktober 2020 lalu, toko perlengkapan pesta di Riyadh, Good Ship Lollipop, berani memajang empat pohon Natal, termasuk satu di jendela depan. Chris Congco, seorang karyawan, mengatakan dia menjual 30 pohon palsu tahun itu. Tapi kemudian, atas dorongan dari pihak berwenang, pemiliknya meminta agar pohon Natal diturunkan di jendela depan toko.

Tahun ini, Toko tersebut memutuskan untuk memajang pohon lagi, bersama dengan topi Santa, manusia salju dan ornamen lainnya bertema Natal. Selama sebulan terakhir, barang-barang Natal menyumbang sekitar 70 persen dari penjualan, dibeli oleh beberapa orang Saudi dan juga oleh ekspatriat.

Seorang warga negara Amerika Serikat (AS) yang telah tinggal di Arab Saudi selama tujuh tahun juga menceritakan tanggapannya soal suasana baru Natal di negara tersebut. Sydney Turnbull mengatakan kepada Arab News bahwa Natal dalam beberapa tahun terakhir jauh lebih terbuka. “Tahun ini, khususnya, mungkin merupakan tampilan Natal yang paling umum,” kata Turnbull.

“Dari melihat kafe dan restoran berubah menjadi negeri ajaib musim dingin, manusia salju berhiaskan permata, dekorasi, dan ornamen untuk dijual, dan Starbucks menawarkan minuman liburan dalam cangkir bertema liburan Natal, yang sama dengan yang dimiliki teman dan keluarga saya di rumah.

“Saya sempat ragu dan terkesima saat melihat Bateel (kafe dan restoran lokal) sekarang menawarkan kalender adven. Kemarin, saya menerima email dari restoran top di Riyadh yang menawarkan perayaan Malam Tahun Baru. Ini tidak akan pernah terdengar beberapa tahun yang lalu.” ceritanya.

Perayaan Natal di Eropa

Di Inggris, yang juga mencapai rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, staf kesehatan bertopi Santa memberikan suntikan vaksin booster kepada orang-orang yang merayakan Natal.

Sementara itu, Ratu Elizabeth II memberikan penghormatan kepada mendiang suaminya Pangeran Philip saat menyampaikan pesan di Hari Natal.

“Natal bisa jadi berat bagi mereka yang kehilangan orang yang dicintai. Khusus tahun ini, saya mengerti kenapa,” kata Ratu yang sudah menikah selama 73 tahun itu.

Ada satu peristiwa yang jadi sorotan di Inggris tepat di hari Natal. Seorang pria berusi 19 tahun menyusup ke Kastil Windsor. Polisi berhasil menahannya lantaran membawa senjata.

“Pria itu telah ditangkap karena dicurigai melanggar atau masuk tanpa izin ke situs yang dilindungi dan memiliki senjata ofensif,” kata Inspektur Polisi Lembah Thames, Rebecca Mears.

Rebecca Mears juga menyampaikan bahwa anggota keluarga kerajaan telah diberitahu tentang insiden itu. Polisi meyakinkan bahwa tidak ada ancaman lebih luas akibat penyusupan yang terjadi.

Diketahui Charles, Camilla, dan anggota keluarga kerajaan lainnya terlihat di pagi hari untuk mengikuti kebaktian Natal di Gereja Kapel St George, yang berada di dalam kompleks Kastil Windsor.

Sejauh ini tidak ada informasi bahwa penyusupan yang terjadi mengganggu kegiatan perayaan Natal keluarga kerajaan.

Sementara itu, orang-orang Portugal merayakan Natal di tengah mendominasinya kasus Omicron di negara Eropa selatan itu.

Adapun sebagian besar warga Australia diizinkan melakukan perjalanan antarnegara bagian selama libur Natal. Hal ini adalah yang pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here