Saat Provokasi Pemilik Warkop Picu Kericuhan Operasi PPKM Darurat di Surabaya

0
6
Mobil polisi yang rusak dilempari warga (Foto: Dok. Polda Jatim)

Tim detikcom – detikNews

Senin, 12 Jul 2021 08:01 WIB

Surabaya – Operasi yustisi PPKM darurat di Surabaya ricuh pada Sabtu (10/7) malam. Semua berawal dari seorang pemilik warkop yang enggan ditertibkan lalu memprovokasi warga untuk melawan petugas.

Saat itu sekitar pukul 22.00 WIB, tiga pilar di Surabaya berangkat menuju ke kawasan Bulak Banteng untuk melakukan penertiban jam malam. Operasi menyasar kerumunan dan warung yang masih buka.

di Jalan Bhinneka Raya, Bulak Banteng Baru, petugas mengamankan 13 warga pelanggar prokes. Petugas kemudian mendatangi warung milik Eko Novi Wahyudi yang masih buka. Namun saat ditertibkan, Eko justru berteriak menantang petugas sehingga mengundang massa.

Massa yang terprovokasi kemudian mengerumuni petugas. Aksi lempar kemudian terjadi tanpa ada yang tahu siapa yang memulai. Petugas pun mundur dan masuk ke kendaraan operasional melihat kondisi yang tidak kondusif. Massa mengepung petugas.

operasi ppkm di surabaya ricuh
Satu tersangka yakni pemilik warkop diamankan (Foto: Amir Baihaqi)

Untuk keluar dari lokasi pun petugas harus melewati adangan massa yang berkerumun. Massa terus berteriak mengusir dan mengumpat petugas. Massa juga terus melempari mobil petugas. Satu unit mobil patroli milik Polsek Kenjeran rusak. Kaca bagian belakang pecah dilempari warga.

Provokator dari kejadian itu yakni Eko Novi Wahyudi, si pemilik warung, akhirnya diamankan keesokan harinya. Eko dianggap bertanggung jawab sehingga kericuhan itu terjadi.

“Kami telah mengamankan salah satu pelaku kejadian kerusuhan yang terjadi di Bulak Banteng pada saat kejadian operasi yustisi yang dilakukan oleh tiga pilar,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, Minggu (11/7/201).

Menurut Ganis, dalam kasus ini, tidak menutup kemungkinan adanya tambahan tersangka lain. Sebab saat ini pihaknya tengah memburu pelaku perusakan mobil patroli milik polisi saat kericuhan terjadi.

operasi ppkm di surabaya ricuh
Saat warga mengepung kendaraan operasional petugas (Foto: Tangkapan layar)

“Pelaku lain mulai dari pelaku provokator dan perusakan masih kita dalami,” ujar Ganis.

Dikatakan Ganis, atas perbuatannya, tersangka kini dijerat Pasal 212 KUHP karena melawan petugas. Adapun ancamannya yakni 4 bulan pidana penjara dan denda Rp 450 ribu.

Ganis juga sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurut Ganis, seharusnya masyarakat mendukung dengan kebijakan PPKM darurat. Sebab hal itu dilakukan demi kesehatan dan keselamatan bersama di tengah lonjakan pandemi COVID-19.

“Iya. Tentunya kami sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Oleh karena itu kami mengharapkan agar masyarakat mendukung kebijakan Pemerintah Pusat terkait PPKM Darurat demi kesehatan dan keselamatan bersama,” tandas Ganis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here