Saat 290 Ribu Pilot Menganggur, Bagaimana Jam Terbangnya?

0
42

Senin, 13 Apr 2020 21:48 WIB

Ahmad Masaul Khoiri-detikTravel

Washington – Apa yang terjadi ketika pilot tak mendapat jam terbang yang cukup? Semua ini masih dikarenakan oleh pandemi Corona.

Diberitakan CNN, virus Corona telah mengandangkan sebagian besar pesawat di seluruh dunia dalam waktu yang lama. Bagi pilot, mereka dituntut tetap cakap dalam menerbangkan pesawat karena peraturan yang ketat.

Virus Corona jadi tantangan sangat besar bagi pilot karena harus tinggal di rumah. Semua kru pesawat terutama pilot membutuhkan pelatihan berkala atau pembaruan agar tetap bisa terbang.

Hal di atas dijelaskan oleh Brian Strutton dari British Airline Pilots Association (BALPA), organisasi pilot di Inggris. Pilot mesti tiga kali lepas landas dan pendaratan oleh pilot harus dalam waktu 90 hari sebelumnya, salah satunya menggunakan kotak simulator kokpit.

Agar memenuhi syarat untuk terbang baik di siang hari dan malam hari, pilot pesawat komersial juga perlu melakukan tiga kali take-off dan pendaratan di malam hari dalam 90 hari terakhir. Ini lebih sulit karena pilot memiliki sedikit petunjuk visual.

Tak hanya hal di atas, ada juga cek kecakapan tahunan lainnya. Ada Cek Lisensi Kecakapan, yang harus dilakukan pilot setiap tahun untuk menjaga lisensinya tetap valid. Maskapai juga harus melakukan Pemeriksaan Kecakapan Operasional setiap enam bulan.

Microsoft Flight Simulator adalah game yang bisa pula menjaga kecakapan pilot. Namun, simulator masih menjadi cara terbaik, namun kini banyak fasilitasnya ditutup, terutama di Inggris.

Banyak masalah saat Corona merebak yakni keberadaan instruktur dan co-pilot. Kendala selanjutnya adalah biaya, ketika pemasukan pilot berkurang karena cuti tanpa dibayar, sedang sewa simulator seharga USD 300-400 per jam belum termasuk biaya operatornya.

Selain hal di atas, pilot dan pramugari dituntut tetap menguasai aturan evakuasi saat kebakaran terjadi. Kini mayoritas dari 290.000 menganggur dan pelatihan yang membutuhkan berbagai unsur mesti dipikirkan secara matang saat penerbangan kembali normal.

Agar pilot tetap tersertifikasi dan memenuhi kualifikasi mesti ada perpanjangan waktu bagi mereka. Di Eropa, EU Aviation Safety Agency (EASA) akan memberi perpanjangan waktu untuk persyaratan tertentu agar pilot tetap bisa terbang dengan membuat rencana tertentu secara terperinci.

Di Amerika Serikat, Federal Aviation Administration mengatakan bahwa karena keadaan luar biasa terkait pandemi Corona, FAA tidak akan mengambil tindakan hukum terhadap pilot. Misal ia tidak patuh dengan standar durasi sertifikat medis, jika berakhir antara 31 Maret dan 30 Juni 2020.

Di Inggris (sementara masih di UE), Civil Aviation Authority-nya sejalan dengan pedoman EASA. Regulator membebaskan semua operator, awak pesawat, instruktur dan penguji yang terlibat dalam transportasi udara komersial dari periode validitas lisensi juga sertifikat yang kedaluwarsa sebelum 31 Oktober 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here