RK Minta Jaga Akses Masuk Bogor, Bupati Pilih Awasi Desa dan RT/RW

0
60
Bupati Bogor Ade Yasin (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Luqman Nurhadi Arunanta – detikNews

Rabu, 15 Apr 2020 21:23 WIB

Jakarta – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) meminta akses-akses non-tol ke Kota dan Kabupaten Bogor dijaga. Bupati Bogor Ade Yasin memilih untuk memperketat penjagaan lingkungan desa dan RT/RW karena lebih efektif.

“Kalau di jalan-jalan besar saya pikir repot juga ya untuk kita jaga semua dan efektivitas penjagaannya juga lebih maksimal di lingkungan terkecil, khususnya daripada di jalan raya,” kata Ade saat dihubungi, Rabu (15/4/2020).

Ade menyebut ada 55 check point yang dijaga ratusan petugas TNI-Polri selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Makanya kita ini ada titik check point ada 55. Ada 55 titik jadi itu sudah beratus-ratus petugas TNI-Polri yang membantu kami untuk menjaga wilayah-wilayah ini,” jelasnya.

Ade menyatakan pengawasan di desa-desa jauh lebih efektif. Masyarakat juga bisa ikut mengontrol para pendatang yang masuk ke wilayahnya.

“Kalau untuk semua barangkali ratusan titik, lebih baik kita perketat di desa-desa saja, di kompleks-kompleks perumahan sehingga orang yang akan masuk juga kan terdeteksi sama masyarakat situ,” ujar Ade.

“Mereka kan lebih kenal mana yang penduduk situ mana yang enggak. Kayaknya lebih efektif gitu, jadi kita di skala lebih kepada lingkungan, RT/RW dimaksimalkan supaya juga nanti tidak terpapar ke masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan fokus pengawasan terhadap wilayah zona merah. Penjagaan dilakukan 24 jam untuk memeriksa warga yang keluar-masuk.

“Jadi kalau zona merah ini dua kali lipat pengamanannya. Artinya, kalau yang di zona biasa itu kita pengetatannya hanya sampai sore, kalau di zona merah 24 jam untuk menyaring orang yang datang dan masuk,” ujar Ade.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Pangdam III/Siliwangi Mayjen Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriyadi meninjau pelaksanaan PSBB di Kota Bogor yang dimulai hari ini.

Pria yang biasa disapa Kang Emil ini mengingatkan bahwa pintu masuk ke wilayah Kota dan Kabupaten Bogor tidak hanya melalui jalan tol. Ia meminta pengetatan juga dilakukan di akses-akses non-tol.

“Tetapi kita Bogor ini kan pintu masuknya tidak hanya dari jalan tol, ada berbagai jalan. Nah itu sudah dibangun pos-pos penjagaan, di mana Pak Kapolda sudah instruksikan agar banyak pemeriksaan-pemeriksaan kepada mereka yang berseliweran di jalan,” sebut Emil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here