JABODETABEK

Ribuan Massa Gelar Unjuk Rasa Tolak Kenaikan BBM di DPR

Selasa 27 Sep 2022 10:36 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Agus raharjo

Rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan di sekitar Gedung DPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih terus berlanjut. Rencananya ribuan mahasiswa, buruh, hingga petani akan bergabung dan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/9/2022).

Aksi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2022 lalu. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan pihaknya akan mengerahkan sebanyak 4.400 personel gabungan TNI-Polri untuk mengawal jalannya aksi.

Ribuan personel tersebut akan disebar untuk mengamankan aksi unjuk rasa di 14 titik. Namun untuk aksi menolak kenaikan BBM hanya digelar di depan Gedung DPR.

“Untuk wilayah Jakarta Pusat seluruhnya di siagakan 4.400 personel gabungan TNI-Polri. Karena ada 14 titik, dan ada beberapa isu yang diangkat, di DPR ada soal BBM,” ujar Komarudin saat dikonfirmasi, Selasa (27/9/2022).

Selain itu, kata Komarudin, rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan di sekitar Gedung DPR. Namun, pelaksanaannya bersifat situasional. Pihaknya berharap agar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR berjalan lancar dan tertib. Sehingga peserta demonstrasi tersebut tidak sampai menutup jalan raya yang ada di depan gedung DPR tersebut.

“Situasional karena DPR halaman cukup luas mudah-mudahan sih tidak sampai menutup Jalan Gatot Subroto,” harap Komarudin.

Komarudin mengatakan, pihaknya mempersilakan masyarakat baik mahasiswa, buruh, dan petani menyampaikan aspirasinya. Namun tetap dengan tetap memperhatikan aturan-aturan perundang-undangan yang berlaku saling menghormati. Karena aktivitas masyarakat Jakarta sangat padat. Sehingga masyarakat diharapkan untuk berbagi tempat.

“Karena kita juga mengharapkan seluruh aktivitas bisa berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit kemacetan karena memang kita atur kita lakukan rekayasa sekiranya diperlukan kalau tdak diperlukan tentu akan normal seperti biasa,” tutur Komarudin.

Aksi demonstrasi ini dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB. Beberapa aliansi yang terlibat di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak. Dalam aksi tersebut mereka akan menyampaikan tuntutan, mulai dari isu kesejahteraan petani hingga penolakan terhadap kenaikan harga (BBM).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *