PSBB DKI Berjalan Seminggu, Polisi: Permukiman Padat Masih Suka Nongkrong

0
52
Gedung Polda Metro Jaya, Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Rolando Fransiscus Sihombing – detikNews

Sabtu, 18 Apr 2020 06:58 WIB

Jakarta – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta telah berjalan delapan hari. Polisi mengatakan sudah banyak warga yang mengerti dengan mengedepankan physical distancing.

“Diberlakukannya PSBB dengan Peraturan Gubernur selama hari ke tujuh sekarang ini, memang masif kita lakukan sama-sama dengan teman-teman TNI dan juga pemerintah daerah, terus kita masif. Sekarang ini alhamdullilah sudah mulai banyak yang mengertilah, betul-betul physical distancing dikedepankan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (17/4/2020) malam.

Yusri mengatakan sebagain warga telah menggunakan masker saat keluar rumah. Meskipun, masih ada sebagian kecil warga yang tak mengenakan masker.

“Boleh lihat di jalan raya, di jalan raya hampir rata-rata sebagian besar mereka sudah menggunakan masker. Kemudian mobil juga mereka menggunakan masker walaupun masih kita temukan satu-dua orang,” ujar Yusri.

Namun, Yusri mengatakan di permukiman padat Jakarta masih ditemukan warga yang berkerumun. Dia pun mengungkapkan bahwa pihak kepolisian membubarkan warga secara persuasif.

“Tapi memang masih ada beberapa lagi di grass root, di daerah-daerah permukiman, di permukiman inilah tiga pilar kita kedepankan, baik Babinsa, Bhabinkamtibmas, dengan Lurah, kita harapkan partisipasi masyarakat lah itu, tokoh masyarakat, tokoh agama,” ucap Yusri.

“Memang kita kedepankan di grass root, di tempat-tempat padat penduduk ini masih suka nongkrong kan. Nah makanya ini kita kedepankan, tapi kita bantu lagi dengan partisipasi masyarakat, Pak RW, Pak Lurah, termasuk Kapolsek, Danramil, sama juga dari Satpol PP atau Kecamatan,” sambungnya.

Sementara itu, untuk pembatasan di moda transportasi, Yusri mengatakan pihak kepolisian menambahkan sejumlah pos pantau. Pos ini untuk memantau pergerakan warga selama PSBB.

“Pembatasan moda transportasi, sekarang ini kita modifikasi lagi memang ada beberapa pos pantauan. Kita giatkan sekarang dengan pos-pos pemantau, pos pemantau itu di pos-pos lantas rutin itu, di pinggir jalan, di perempatan jalan segala. Kita sama-sama dengan Dishub kita berikan blangko teguran kepada mereka itu,” sebut Yusri.

“Kita tambah lagi dengan begitu, inovasi lagi untuk supaya semua lini bisa sambil memantau lah pergerakan ini, kesadaran masyarakat terhadap physical distancing. Plus patroli bersama dengan Dishub, Satpol PP, kita temukan (pelanggaran) pasti kita tegur,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menerbitkan Pergub Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada pekan lalu. Prinsip dari Pergub ini adalah meminta warga Ibu Kota tetap diam di rumah.

“Pada malam hari ini saya menyampaikan pesan untuk warga Jakarta semua terkait dengan rencana pelaksanaan PSBB yang akan kita mulai nanti malam pukul 00.00 WIB tanggal 10 April 2020,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Kamis (9/4).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here