PPKM Darurat, Penutupan Masjid di Kota Serang Jadi Perdebatan

0
15
Wali Kota Serang saat rapat dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Foto: Dok Pemkot Serang)

Bahtiar Rifa’i, Whisnu Pradana – detikNews

Jumat, 02 Jul 2021 18:24 WIB

Serang – Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan bahwa penutupan tempat ibadah di PPKM Darurat 3-20 Juli jadi perdebatan saat koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah. Tapi, pemkot tetap melakukan penutupan tempat ibadah sesuai instruksi dari Kementerian Dalam Negeri.

“Ini jadi perdebatan, tapi pemerintah kota menindaklanjuti PPKM Darurat ini,” kata Syafrudin di Serang, Jumat (2/7/2021).

Selain jadi perdebatan, penutupan tempat ibadah khususnya masjid juga akan sulit di wilayahnya. Makanya, hari ini pemkot langsung membuat edaran untuk diberikan ke camat dan lurah agar tetap melakukan aturan ini.

“Yang sulit masjid, kalau kami menindaklanjuti instruksi Mendagri, kenyataan di masyarakat tergantung lurah, camat dan RT RW, kami akan melaksanakan sesuai dengan instruksi itu,” ujarnya.

Sebagai daerah yang masuk kategori assessment level 4, mal menurutnya jadi yang lebih mudah diatur penutupannya. Khusus untuk Pasar Induk Rau, ia ingatkan bahwa kapasitas hanya boleh 50 persen dan berlaku besok.

“Pasar induk berlaku sampai jam 8 malam kemudian kapasitas 50 persen,” ujarnya.

Ia ingatkan ke warga ibu kota Banten bahwa saat ini COVID-19 sedang gawat-gawatnya. Saat PPKM Darurat, warga diminta tetap dirumah dan menjaga kesehatan.

“Kemudian yang lainya masyarakat harus vaksin. Dari jumlah penduduk 700 ribu paling tidak 70 persennya divaksin. Mulai hari ini saya tanda tangani surat edarannya kemudian besok itu nanti malam dibagikan, besok mulai berlaku (PPKM Darurat),” pungkasnya.

MUI Bandung Barat Ikut Arahan Pemerintah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mengikuti aturan yang diberlakukan bagi kegiatan keagamaan di masjid selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

PPKM Darurat sendiri dipastikan bakal turut diterapkan di wilayah Bandung Barat mulai 3-20 Juli 2021 mendatang. Saat ini Pemda KBB tengah mematangkan beberapa hal terkait teknis dan aturannya.

Namun dalam aturan PPKM Darurat, kegiatan keagamaan di masjid dan tempat ibadah lainnya masuk ke sektor non esensial sehingga penggunaannya dilarang atau ditutup sementara.

“Intinya kita mengikuti saja aturannya seperti apa. Meskipun sebenarnya masih bisa digunakan asal masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ungkap Ketua MUI Bandung Barat Muhammad Ridwan saat dihubungi detikcom, Jumat (2/7/2021).

Terkait penutupan masjid sendiri pihaknya bakal meminta Satgas COVID-19 KBB hingga desa untuk melakukan pemberitahuan pada pengurus DKM dan jemaah masjid.

“Nanti biar Satgas COVID-19 yang melakukan pemberitahuannya karena ini kan berkaitan dengan PPKM Darurat,” jelasnya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah nanti Idul Adha bisa digelar di masjid atau di rumah masing-masing mengingat jatuhnya Idul Adha masih dalam masa penerapan PPKM Darurat.

“Kita lihat saja perkembangannya seperti apa, bisa jadi di rumah masing-masing kan belum tahu,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here