Polisi Inggris Buru Pelaku Penikaman Berantai di London

0
51
Foto: Ilustrasi/Thinkstock

London – Kepolisian London, Inggris tengah memburu seorang tersangka penyerang berantai yang secara acak mendekati orang-orang dari belakang dan kemudian menikam mereka.

Laporan-laporan media mengungkapkan pada Minggu (31/3) waktu setempat, total empat orang terluka dalam serangan-serangan acak di wilayah Edmonton, London utara.

Kepolisian Metropolitan menyatakan, serangan-serangan “pengecut dan tak masuk akal itu” kemungkinan saling terkait dan semua korbannya dipilih secara acak karena “sendirian dan rentan.”

Kepolisian Metropolitan meyakini bahwa tersangka hanya berniat melukai orang-orang karena tak satupun korban yang dirampok. Kepolisian menduga pelaku yang diyakini sebagai seorang pria kurus berkulit hitam dan bertindak seorang diri, kemungkinan mengalami gangguan kesehatan jiwa. 

“Kami tengah melakukan semua yang kami bisa untuk menangkap tersangka di balik serangan-serangan pengecut dan tak masuk akal ini,” ujar juru bicara Kepolisian Metropolitan seperti dilansir seperti dilansir BBC, Senin (1/4/2019). 

Juru bicara tersebut tidak berbicara lebih jauh mengenai apakah serangan-serangan tersebut merupakan aksi terorisme. 

BBC melaporkan, serangan penusukan itu dimulai dengan penusukan seorang perempuan berumur 45 tahun di Jalan Aberdeen pada Sabtu (30/3) waktu setempat. Seorang pria berumur 52 tahun ditikam di Park Avenue sekitar empat jam kemudian, sedangkan korban ketiga, seorang pria berumur 23 tahun, terluka setelah ditusuk di stasiun Seven Sisters Tube pada Sabtu (30/3) malam waktu setempat.

Korban keempat, seorang pria berumur 29 tahun, ditikam di Jalan Brettenham pada Minggu (31/3) pagi waktu setempat.

Seluruh korban, kecuali satu orang, saat ini dalam kondisi kritis dengan luka-luka yang membahayakan jiwa mereka. 

Aksi penikaman mengerikan itu terjadi seiring pemerintah dan aparat keamanan Inggris dihadapkan pada meningkatnya kejahatan penikaman dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya di jalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here