Pemprov Sumut Diminta Jemput Lagi TKI yang Sudah Dipulangkan untuk Diisolasi

0
46
Kedatangan TKI dari Malaysia di Bandara Kualanamu, Sumut, Foto: ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA

Haris Fadhil – detikNews

Sabtu, 11 Apr 2020 16:40 WIB

Jakarta – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diminta menjemput lagi para TKI dari Malaysia yang sudah dipulangkan ke daerah asal untuk menjalani isolasi demi mencegah penyebaran virus Corona. Para TKI itu dinilai harusnya menjalani isolasi lebih dulu baru dipulangkan ke daerah asal.

“Kalau sudah ada yang pulang, itu dipanggil ulang,” kata Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi NasDem, Rahmansyah Sibarani, Sabtu (11/4/2020).

Rahmansyah mengatakan ada beberapa lokasi yang dinilainya bisa menjadi lokasi isolasi bagi para TKI dari Malaysia itu, antara lain Asrama Haji Medan dan Wisma Atlet. Dia juga menilai Pemprov punya anggaran untuk melakukan isolasi terhadap para TKI itu selama 14 hari.

“Asrama Haji belum dipakaikan, Wisma Atlet juga belum, itu saja dulu digunakan,” ucapnya.

Dia mengaku khawatir warga di daerah asal para TKI itu ketakutan jika para TKI yang baru pulang belum dikarantina lebih dulu usai tiba dari Malaysia. Rahmansyah mengatakan rapid test saja tidak cukup untuk membuktikan seseorang terpapar virus Corona atau tidak.

“Kita kan ada secara nasional imbauan untuk tidak pulang kampung. Supaya masyarakat juga waspada, tidak takut, tidak ada nanti gesekan sosial kalau dia sudah 14 hari, dibuat suratnya menyatakan dia tidak ada apa-apa. Harus berani Gugus Tugas mengeluarkan surat menyatakan dia tidak apa-apa kalau sudah 14 hari. Bukan sekadar rapid test, negatif, disuruh pulang,” ujar Rahmansyah.

“Kalau misalnya sakit juga dibawa ke Medan lagi. Jadi untuk apa dipulangkan ke kampungnya,” sambungnya.

Jika Pemprov tidak menjemput lagi para TKI itu, dia meminta Pemprov bisa memastikan para TKI menjalani isolasi mandiri di daerah asal. Dia mengatakan isolasi diri menjadi salah satu upaya mencegah penyebaran virus Corona.

“Pastikan bisa mengisolasi diri di rumahnya. Makanya harus ada kerja sama yang baik antara Pemprovsu dengan kabupaten/kota,” ucap Rahmansyah.

Rahmansyah juga meminta Pemprov Sumut membantu anggaran penanganan virus corona di seluruh kabupaten/kota se-Sumut. Menurutnya, anggaran Rp 1,5 triliun yang disiapkan Pemprov bisa disalurkan ke semua daerah untuk membantu warga yang terdampak pandemi Corona.

“Dari Rp 500 miliar, sekarang sudah Rp 1,5 triliun. Kalau dibagi ke kabupaten/kota sudah mendapat semua itu,” tuturnya.

Sebelumnya, ada ratusan TKI dari Malaysia yang tiba di Sumut lewat Bandara Kualanamu. Mereka kemudian dibawa ke lokasi penginapan sementara di Cadika Lubuk Pakam dan Lanud Soewondo Medan.

Para TKI itu tidak dikarantina di dua lokasi tersebut. Mereka hanya menunggu jemputan dari dinas terkait di daerah masing-masing dan nantinya menjalani isolasi di daerah asal.

“Dibawa ke Polonia. Mereka bermalam di situ, sambil menunggu jemputan dari Dinas Tenaga Kerja sama Dinas Kesehatan. Nanti diisolasinya di kabupaten mereka masing-masing. Tidak di sini,” kata Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Mayor Kes Whiko Irwan, Kamis (9/4).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here