Pecah Rekor Kasus Corona Inggris-Australia di Tengah Serangan Omicron

0
15

Tim detikcom – detikNews
Minggu, 19 Des 2021 08:05 WIB

Jakarta – Virus Corona (COVID-19) Varian Omicron mulai menyerang di beberapa negara. Di tengah serangan itu, Inggris dan Australia menglami lonajakan, rekor kasus virus Corona.
Pemerintah Inggris melaporkan lebih dari 93 ribu kasus baru virus Corona dalam sehari di wilayahnya pada Sabtu (18/12/2021). Kasus ini menjadikan Inggis secara tiga hari berturut-turut menetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (18/12/2021), penyebaran luas varian baru Omicron disebut telah memicu lonjakan kasus Corona di seluruh wilayah Inggris.

Data terbaru otoritas kesehatan Inggris pada Jumat (17/12) waktu setempat menyebutkan 93.045 kasus Corona terdeteksi dalam 24 jam terakhir di negara tersebut.

Angka tersebut mengeser rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada Kamis (16/12) waktu setempat, dengan 88.376 kasus Corona terdeteksi dalam sehari. Sehari sebelum itu, atau pada Rabu (15/12) waktu setempat, seperti dilansir BBC, Inggris mencatat 78.610 kasus Corona dalam sehari.

Dengan tambahan itu, maka total lebih dari 11,1 juta kasus Corona kini terkonfirmasi di Inggris.

Menteri Pertama wilayah Skotlandia, Nicola Sturgeon, menyebut varian Omicron kini mendominasi di Inggris. “Tsunami yang saya peringatkan sekitar sepekan lalu sekarang mulai melanda kita,” sebutnya.

Inggris saat ini meningkatkan laju vaksinasi massal untuk memberikan suntikan booster kepada sebanyak mungkin orang sebelum akhir tahun.

Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menyebut tujuan dari langkah itu adalah ‘berupaya memastikan bahwa kita tidak hanya mendapati peluncuran vaksinasi tercepat di Eropa’ tapi juga ‘untuk mencegah sejumlah konsekuensi merusak dari Omicron.

Rekor di Australia

Selain Inggris, rekor kasus corona di tengah serangan Omicron juga terjadi di Australia. Australia mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus COVID-19, dengan lebih dari 3.800 kasus tercatat dalam sehari.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (17/12/2021), otoritas Australia tengah melacak ratusan orang yang menghadiri pesta bertema penyanyi ternama Amerika Serikat (AS), Taylor Swift, di Sydney pekan lalu. Acara itu disebut menjadi acara super-spreader Corona.

Sedikitnya 97 kasus Corona, termasuk beberapa kemungkinan kasus varian Omicron, terdeteksi di antara orang-orang yang menghadiri pesta bertema Taylor Swift itu.

Lebih dari 600 orang yang menghadiri acara itu harus menjalani tes Corona dan melakukan isolasi mandiri, namun otoritas setempat menyatakan kemungkinan ada lebih banyak orang yang hadiri.

Sebanyak 3.820 kasus Corona dilaporkan dalam sehari di Australia pada Jumat (17/12) waktu setempat, dengan sebagian besar kasus terdeteksi di negara bagian New South Wales (NSW) dan Victoria. Angka itu melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat sehari sebelumnya, saat 3.400 kasus dilaporkan dalam sehari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here