MUI Lampung Haramkan PDP dan Positif Covid-19 Shalat Jumat

0
67
Petugas DKM memeriksa suhu tubuh jamaah yang akan melaksanakan sholat Jumat

Jumat 27 Mar 2020 11:31 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Mas Alamil Huda

Orang dalam pemantauan (ODP) tidak wajib dan dianjurkan tidak Sholat Jumat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG — Belum masuk zona merah dari pemerintah pusat, MUI Lampung masih membolehkan umat Muslim menggelar Sholat Jumat di masjid pada Jumat (27/3). Hal tersebut berdasarkan maklumat MUI Nomor B-012/DP.P-IX/III/2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 atau virus corona tertanggal 26 Maret 2020.

Tentang siapa yang boleh menghadiri Shalat Jumat (Hudlur al-Jumu’ah) ialah orang sehat atau orang tanpa gejala (OTG). Kemudian orang dalam pemantauan (ODP) tidak wajib dan dianjurkan tidak menghadiri Sholat Jumat. Sedangkan yang masuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) haram menghadiri Sholat Jumat. Serta orang yang positif terpapar virus corona juga haram menghadiri Sholat Jumat.

Ketua MUI Lampung Khairuddin Tahmid menyatakan, meski wilayah Lampung telah terkonfirmasi terdapat tiga pasien positif virus corona (Covid-19), maklumat tersebut dikeluarkan berdasarkan petunjuk penetapan daerah yang telah dilakukan pemerintah pusat.

“Namun karena daerahnya tidak ditetapkan pemerintah sebagai zona merah maka Sholat Jumat di masjid (Lampung) masih bisa dilakukan,” kata Khairuddin Tahmid dalam keterangan persnya, Jumat (27/3).

Berdasarkan isi maklumat yang dikeluarkan MUI Lampung, mencermati kondisi aktual saat ini terkait penyebaran Covid-19 (Corona Virus Disease), MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 14/2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19. Maka Dewan Pimpinan MUI Lampung menyampaikan beberapa hal.

Pertama, terkait penyelenggaraan Sholat Jumat (Iqomah al-Jumu’ah). Untuk kabupaten/kota atau daerah dalam wilayahnya seperti kelurahan, pekon, desa, kampung atau lingkungan yang masih dinyatakan aman/bukan zona merah dari penyebaran virus corona oleh pemerintah setempat, tetap menyelenggarakan Sholat Jumat disertai upaya-upaya pencegahan sesuai ketentuan atau protokol yang ditetapkan pemerintah.

Namun kabupaten/kota atau daerah dalam wilayahnya seperti kelurahan, pekon, desa, kampung atau lingkungan yang telah dinyatakan masuk zona merah penyebaran virus corona oleh pemerintah setempat sehingga terjadi kekhawatiran masyarakat akan penyebaran virus tersebut, tidak boleh menyelenggarakan Sholat Jumat sampai dinyatakan aman.

MUI mengimbau, orang yang tidak diwajibkan Sholat Jumat tetap wajib melaksanakan Shalat Dhuhur di rumah masing-masing. MUI Lampung juga menyarankan takmir masjid melibatkan ulama, tokoh dan pemerintah setempat dalam penyelenggaraan Sholat Jumat.

Kemudian takmir masjid melakukan usaha dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti ketentuan atau protokol pencegahan virus corona yang ditetapkan pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here