Mencuat Pro Kontra Usai Wacana Prabowo-Jokowi Diusung Demi 2024

0
40

Tim detikcom – detikNews
Senin, 17 Jan 2022 06:46 WIB

Jakarta – Kelompok bernama Sekretariat Bersama Prabowo-Jokowi mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Joko Widodo (Jokowi) maju di Pemilu 2024. Deklarasi yang turut mengusung Jokowi itu kemudian menuai pro-kontra dari sejumlah pihak.
PKB Soroti Etika Kepemimpinan Jokowi Jika Maju Lagi

Politikus PKB Luqman Hakim mengatakan majunya Jokowi pada Pilpres 2024 bisa saja dilakukan. Dia menyebut seseorang bisa kembali menjabat jika berbeda dari dua periode jabatan sebelumnya. Dengan kata lain, Jokowi mungkin saja maju sebagai cawapres pada 2024.

“Dari Pasal 7 UUD 1945, bisa saja kalau kamu sudah menjabat wapres dua periode kemudian nyalon presiden. Begitu juga jika kamu sudah menjabat presiden dua kali, kemudian nyalon wapres. Boleh saja menurut Pasal 7 itu,” kata Luqman Hakim saat dihubungi, Sabtu (15/1/2022).

Meski begitu, menurut Luqman, masyarakat akan mempertanyakan etika kepemimpinan Jokowi jika melakukan hal tersebut. Terlebih, kata dia, Jokowi beberapa kali menyatakan menolak maju lagi pada 2024.

“Tapi pasti masyarakat akan mempertanyakan mengenai etika kepemimpinan. Pak Jokowi pasti juga tidak bersedia. Dan, itu sudah berulang kali disampaikan langsung oleh Pak Jokowi,” ungkapnya.

Sementara, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera merasa sangsi dengan wacana duet Prabowo-Jokowi di Pilpres. Mardani tak yakin Jokowi tertarik maju lagi di kontestasi Pilpres mendatang.

“Pertama, ide boleh saja,” kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, kepada detikcom, Sabtu (15/1/2022).

“Kedua, saya tidak yakin Pak Jokowi mau. Kasihan publik akan menilai Pak Jokowi pencari kekuasaan,” lanjut Mardani.

Gerindra menganggap deklarasi itu sebagai harapan masyarakat. Dia menyebut sejumlah deklarasi lain yang mendukung Prabowo dengan politikus lain.

“Adapun keinginan-keinginan masyarakat dengan berbagai macam deklarasi ada yang menginginkan Prabowo-Puan, Prabowo-Muhaimin, ada yang menginginkan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi, buat kami semuanya yang diinginkan masyarakat semua kami perhatikan, semua kami dengar dan semua kami catat sebagai sebuah harapan,” kata Muzani saat ditemui di Masjid Darussalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (16/1/2022).

Muzani memandang tahun perpolitikan di Indonesia telah dimulai sejak 2022 ini. Dia mengklaim partainya juga tengah menjalin komunikasi dengan partai politik lain.

Bahkan, Muzani mengungkap Prabowo tengah menjalin komunikasi secara intens dengan berbagai tokoh lain.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan semua partai politik, semua tokoh-tokoh dan Pak Prabowo juga kalau diperhatikan juga terus melakukan komunikasi secara intensif dengan banyak tokoh,” ujarnya.

PDI Perjuangan (PDIP) juga turut merespons deklarasi dukungan tersebut. PDIP melihat situasi politik saat ini masih sangat dinamis.

“Hal-hal seperti itu sangat dinamis,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (15/1/2022).

Hasto enggan banyak berkomentar terkait deklarasi dukungan tersebut. Lantas, kata dia, deklarasi itu tidak perlu tanggapan.

“Jadi tidak perlu tanggapan,” ujarnya.

Seperti diketahui, deklarasi itu disampaikan Sekber Prabowo-Jokowi melalui keterangan tertulis, Sabtu (15/1). Mereka ingin Prabowo-Jokowi melanjutkan pembangunan Indonesia.

“Mendorong Prabowo Subianto calon presiden dan Joko Widodo calon wakil presiden sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Maju Jilid II untuk maju dalam Pemilu 2024,” demikian bunyi deklarasi Sekber Prabowo-Jokowi lewat keterangan tertulis.

Keterangan tertulis ini disampaikan ke publik atas nama Ketua Koordinator Sekber Prabowo-Jokowi, G Gisel. Deklarasi baru saja digelar secara internal di kantor Sekber Prabowo-Jokowi di Gambir, Jakarta Pusat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here