Larangan Mudik Resmi Berlaku, Pelni Tak Jual Tiket Penumpang Hingga 8 Juni

0
46
Foto hanya untuk kepentingan ilustrasi. (Pradita Utama/detikcom)

Yulida Medistiara – detikNews

Jumat, 24 Apr 2020 10:57 WIB

Jakarta – Larangan mudik resmi berlaku mulai hari ini guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. PT PELNI (Persero) mematuhi kebijakan itu dengan tidak menjual tiket ke penumpang hingga 8 Juni dan hanya melayani muatan logistik.

“Berdasarkan aturan tersebut, sementara waktu kami akan mempersiapkan seluruh kapal penumpang kami untuk mengangkut muatan logistik. Manajemen akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan selaku regulator untuk mengatur pola trayek agar dapat berjalan secara maksimal,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro, dalam keterangannya, Jumat (24/4/2020).

Yahya mengatakan PELNI berupaya memaksimalkan pelayanan kapal-kapalnya di tengah pandemi COVID-19. PELNI akan mengatur operasional kapal secara bergantian untuk melayani angkutan barang.

“PELNI selalu siap untuk mengoperasikan kapal-kapalnya secara bergantian menuju wilayah yang tetap membuka pelabuhannya untuk angkutan barang,” kata Yahya.

Yahya mengatakan, terkait transportasi logistik, sekitar 50 persen kapal penumpang PELNI memiliki ruang yang dapat dimaksimalkan untuk mengangkut muatan kontainer, baik itu dry maupun reefer container, general cargo. Bahkan beberapa kapal mampu mengangkut kendaraan.

“PELNI sendiri memiliki komitmen untuk membantu pemenuhan kebutuhan logistik di seluruh wilayah di Indonesia, terutama Indonesia Timur sehingga dapat menjaga stabilitas kebutuhan barang di Indonesia,” ujar Yahya.

Sementara itu, PELNI akan tetap mengoperasikan kapal perintis guna mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat yang berada di wilayah T3P yang ingin memenuhi kebutuhan pokok ataupun bekerja. Yahya mengatakan kru kapal akan tetap dipantau kesehatannya dengan mengecek suhu tubuh dan akan melaksanakan protokol pencegahan COVID-19.

“Tentu sebelum melakukan kegiatan operasional, kami akan memeriksa kesehatan seluruh kru yang bertugas sesuai dengan prosedur yang ada. Kami akan pastikan semua kru dalam keadaan sehat dan memenuhi standar untuk melakukan pelayaran,” ungkap Yahya.

Beberapa kapal telah dijadwalkan akan kembali melakukan operasional, di antaranya KM Sinabung akan berlayar pada 24 April 2020 dari Tanjung Priok dengan rute Tanjung Priok-Kijang-Batam-Belawan (PP) menggantikan rute yang dioperasikan KM Kelud.

KM Gunung Dempo akan beroperasi pada 24 April 2020 dengan rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – Ambon – Sorong – Jayapura – Sorong – Makassar – Surabaya – Tg. Priok dan melakukan omisi Manokwari, Nabire, Wasior serta deviasi di Ambon.

KM Labobar dijadwalkan akan berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada 27 April 2020 dengan rute Surabaya – Makassar – ParePare – Balikpapan – Tarakan – Nunukan – Pantoloan – Balikpapan – ParePare – Makassar – Surabaya.

KM Ciremai akan berangkat dari Pelabuhan Tg. Priok pada 29 April 2020 dengan rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – BauBau – Sorong – Biak – Jayapura – Biak – Sorong – Namlea – BauBau – Makassar – Surabaya – Tg. Priok. Kapal melakukan omisi Manokwari dan deviasi di Namlea.

KM Dobonsolo akan berangkat pada tanggal 4 Mei 2020 dengan rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – BauBau – Ambon – Sorong – Serui – Jayapura – Sorong – Ambon – BauBau – Makassar – Surabaya – Tg. Priok.

KM Nggapulu dijadwalkan akan berangkat melalui Pelabuhan Tg. Priok pada 6 Mei 2020 dengan rute Tg. Priok – Surabaya – Makassar – BauBau – Ambon – Tual – Dobo (PP). Kapal melakukan omisi di Banda, Kaimana dan Fak-Fak.

“Masyarakat dapat memantau info terbaru melalui laman website maupun akun social media resmi perusahaan serta call center PELNI 162,” ungkap Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here