Krisis Kebun Binatang Jerman, Satwa Akan Saling Diumpankan

0
60

Kamis, 16 Apr 2020 22:41 WIB

Putu Intan-detikTravel

Neumunster – Imbas Corona, Kebun Binatang Neumunster Jerman sepi pengunjung. Mereka pun berencana saling umpankan satwa agar tidak bangkrut.

Kebun Binatang Neumunster yang terletak di Jerman Utara seharusnya ramai pengunjung saat libur Paskah. Namun kenyataan berkata lain, kebun binatang ini sepi pengunjung lantaran pandemi COVID-19 memaksa orang-orang untuk tinggal di rumah. Akibatnya kebun binatang ini dilanda krisis dan mengharapkan donasi untuk bisa bertahan.

Diwartakan BBC, direktur Kebun Binatang Neumunster bahkan mengakui bahwa beberapa satwa kemungkinan akan segera diumpankan pada satwa lainnya untuk menyelamatkan masa depan kebun binatang.

“Kami telah membuat daftar hewan yang harus dibunuh terlebih dahulu,” kata Direktur Neumunster, Verena Kaspari.

Kaspari juga mengatakan sebenarnya membunuh beberapa hewan merupakan opsi terakhir untuk mempertahankan eksistensi kebun binatang ini.

“(Pilihan) tidak menyenangkan tetapi bahkan itu tidak akan menyelesaikan masalah keuangan,”ujarnya.

Setiap hari, satwa-satwa di sana, misalnya anjing laut dan pinguin, membutuhkan asupan ikan segar dalam jumlah besar. “Jika itu yang terjadi (tidak bisa memenuhi asupan makanan), saya harus menyuntik mati hewan-hewan daripada membiarkan mereka kelaparan,” tuturnya.

“Paling buruk, kami harus mengumpankan beberapa hewan pada hewan lainnya,” imbuhnya.

Kebun binatang yang dikelola Kaspari merupakan milk sebuah asosiasi yang biaya operasionalnya tidak ditanggung oleh dana darurat negara untuk usaha kecil. Kaspari memperkirakan hilangnya pendapatan kebun binatang selama musim semi ini sekitar 175 ribu euro atau sekitar Rp 3 miliar.

Selain masih berjuang menggalang donasi, kebun binatang-kebun binatang di Jerman juga mengajukan bantuan pemerintah sebesar 100 juta euro atau sekitar Rp 1,7 triliun.

Asosiasi Kebun Binatang Nasional Jerman (VdZ) berargumen bahwa kebun binatang ini tidak seperti bisnis lainnya, karena bila sejenak saja tak beroperasi mereka bisa langsung tutup. Saat ini semua satwa membutuhkan makanan dan perawatan apalagi suhu mulai meningkat di atas 20 derajat.

Kepala VdZ, Jorg Junhold mengatakan, lockdown di Jerman telah membuat mereka kehilangan omzet 500 ribu euro atau sekitar Rp 8,6 miliar selama sepekan.

Tak hanya rugi secara finansial, saat ini satwa-satwa di kebun binatang juga merindukan manusia. Beberapa penjaga kebun binatang memperingatkan munculnya krisis emosional bagi satwa tertentu karena mereka kehilangan perhatian yang biasanya mereka dapatkan dari publik.

“Kera suka menonton orang-orang. Anjing laut dan burung beo juga terpesona dengan pengunjung dan bagi mereka sekarang ini sangat membosankan,” ujar salah seorang penjaga dari Kebun Binatang Berlin, Hachmeister.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here