Komisi I DPR Minta Dugaan Hacker China Bobol 10 Lembaga Direspons Serius

0
12
Dave Laksono (Dok: Istimewa)

Lisye Sri Rahayu – detikNews

Senin, 13 Sep 2021 07:47 WIB

Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI dari fraksi Golkar Dave Laksono meminta pemerintah serius menanggapi dugaan pembobolan terhadap 10 kementerian dan lembaga oleh hacker China. Dave menilai pembobolan data itu sebagai bukti lemahnya sistem digitalisasi di RI.

“Hal ini perlu direspons secara serius ya, apalagi ini berkaitan dengan keamanan negara. Bukan hanya permasalahan data pribadi masyarakat umum. Akan tetapi juga mengenai data-data keamanan negara,” kata Dave kepada wartawan, Minggu (12/9/2021).

Dugaan pembobolan data itu, kata Dave, menunjukkan lemahnya sistem digitalisasi di Indonesia. Padahal, saat ini pemerintah menggencarkan industri 4.0.

“Ini menunjukkan betapa lemahnya sistem digitalisasi kita, padahal kita sudah menggembor-gemborkan industry 4.0 dan juga internet of things. Lalu kita juga terus mendorong untuk pelayanan-pelayanan kepada masyarakat diarahkan ke sistem elektronik,” jelasnya.

Dengan adanya dugaan pembobolan ini, Dave menilai ada indikasi sistem keamanan data pemerintah rentan dibobol. Dia juga menyebut pembobolan data itu juga bisa dialami masyarakat.

“Bila sistem pemerintah saja rentan, ini sangat mungkin bisa terjadi kelumpuhan dalam berbagai macam hal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua DPP Golkar itu meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara, serta Polri menindaklanjuti dugaan pembobolan data ini. Selain itu, perlu langkah konkret untuk mencegah terjadinya pembobolan data.

“Dan bukan hanya Kominfo yang harus menanggapi. Akan tetapi BIN, Polri, dan BSSN harus segera serius mendalami hal ini. Dan juga ada langkah-langkah kongkrit serta kebijakan jangka panjang dalam penanganan masalah ini,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, kelompok hacker China yang menamakan diri ‘Mustang Panda’ diduga membobol minimal 10 kementerian dan lembaga di Indonesia. Dugaan ini diberitakan The Record berdasarkan laporan dari Insikt Group. Insikt Group adalah divisi riset ancaman siber milik Recorded Future.

“Kami telah mencoba melakukan profiling threat actor. Mustang Panda adalah hacker group yang sebagian besar anggota dari Tiongkok di mana grup ini membuat private ransomware yang dinamakan Thanos,” kata Chairman Lembaga Riset Siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) Dr Pratama Persadha, dalam keterangan yang diterima detikINET, Minggu (12/9).

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi belum memberikan pernyataan secara lengkap soal peretasan tersebut. Sebab saat ini, dugaan peretasan hacker China sedang diselidiki fakta-faktanya.

“Sedang kami cek,” ujar Dedy kepada detikINET, Minggu (12/9).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here