Kata Putin soal Foto Mayat Bergelimpangan di Bucha: Palsu!

0
36

Tim detikcom – detikNews
Rabu, 13 Apr 2022 11:28 WIB

Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin mengomentari situasi mengerikan di kota Bucha, Ukraina, yang memicu tuduhan kejahatan perang terhadap Moskow. Putin menyebut foto-foto dan video mayat-mayat bergelimpangan di kota Bucha adalah palsu.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (13/4/2022), komentar itu disampaikan Putin saat menggelar konferensi pers gabungan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko pada Selasa (12/4) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Putin membandingkan tuduhan Ukraina soal tentara Rusia mengeksekusi mati warga sipil di Bucha dengan apa yang dia sebut sebagai rekayasa oleh Barat soal serangan senjata kimia di Suriah yang dimaksudkan untuk memberatkan Presiden Bashar al-Assad.

Lukashenko, seperti dilansir Politico, bahkan menyebut situasi di Bucha sebagai ‘operasi psikologis yang dilakukan oleh orang Inggris’.

Otoritas Ukraina menuduh militer Rusia membunuh warga sipil Bucha, yang ditinggalkan pasukan Moskow pada awal April lalu setelah diduduki selama berminggu-minggu. Negara-negara Barat menyerukan pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil untuk dihukum.

Rusia dalam tanggapan sebelumnya, menuduh rezim Ukraina merekayasa situasi mengerikan di Bucha untuk menggagalkan perundingan damai dan mendorong Barat menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia.

Putin memerintahkan pengerahan puluhan ribu tentara Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Saat Ukraina dan Barat menyebutnya invasi militer, Rusia bersikeras menyebutnya sebagai ‘operasi militer khusus’ untuk melemahkan kemampuan militer Ukraina dan membasmi orang-orang yang disebutnya ‘nasionalis’ berbahaya.

Pasukan Ukraina memberikan perlawanan keras dan Barat menjatuhkan rentetan sanksi dalam upaya memaksa Rusia menarik pasukannya.

Sebelum diberitakan oleh BBC bahwa Putin bertekad untuk tetap melanjutkan invasi Rusia di Ukraina sampai tujuan ‘mulia’ negaranya tercapai. Dalam penampilan publiknya yang jarang terjadi, Putin menyatakan perundingan damai telah mencapai jalan buntu.

Putin juga bersikeras bahwa invasi yang kini memasuki pekan keenam masih berjalan sesuai rencana.

Ini merupakan komentar pertama Putin terkait konflik di Ukraina dalam kurun lebih dari seminggu belakangan. Dia tidak banyak muncul belakangan ini, berbeda dengan masa-masa awal invasi.

Putin juga mengklaim dia tidak memiliki pilihan selain melancarkan invasi demi melindungi penduduk berbahasa Rusia di Ukraina timur. Kremlin menuding Kiev telah melakukan genosida terhadap para penutur bahasa Rusia di Ukraina timur, tetapi tidak ada bukti yang mendukung tuduhan itu.

“Di satu sisi, kami membantu dan menyelamatkan orang-orang, dan di sisi lain, kami hanya mengambil tindakan untuk memastikan keamanan Rusia sendiri,” tegas Putin.

“Jelas bahwa kami tidak punya pilihan. Itu adalah keputusan yang tepat,” katanya, seraya menambahkan bahwa Rusia akan “secara tenang dan berirama ” melanjutkan invasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here