Jokowi Sebut PPKM Mikro Turunkan Curva Corona, Epidemiolog Beda Pendapat

0
11
Foto: Epidemiolog, Dicky Budiman. (Dok pribadi)

Tim detikcom – detikNews

Minggu, 21 Feb 2021 07:07 WIB

Jakarta – Epidemiolog Griffith Universiy Australia Dicky Budiman tak sependapat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan PPKM mikro menurunkan curva Corona di Indonesia. Dicky Budiman menyebut rujukan dari pernyataan Jokowi itu tidak memadai.

“Ya tidak ya, dasar atau data rujukannya tidak memadai dan jauh dari akurat untuk mengatakan bahwa, pertama PPKM efektif, kedua juga adanya penurunan,” ujar Dicky saat dihubungi, Sabtu (20/2/2021).

Menurutnya, dalam satu pekan ini jumlah kematian akibat virus Corona di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Dicky menyebut, berdasarkan data WHO, ada 1.500 orang meninggal akibat Corona di Indonesia dalam sepekan terakhir.https://980b822f54915ff40fe18ed52e61baee.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

“Karena yang terjadi kasus (aktif) di atas 100 ribu malah, kemudian dipertegas lagi dengan seminggu terakhir di Indonesia tertinggi South East Asia, itu data WHO. Dengan kasus kematian baru 1.500-an di minggu terakhir itu tertinggi,” ucapnya.

Dicky menerangkan angka kematian merupakan suatu indikator keparahan penyebaran virus di suatu negara. Menurutnya, apabila ada seorang saja meninggal akibat virus itu merupakan pertanda negara telah gagal dalam mendeteksi dini.

“Angka kematian itu indikator valid bahwa situasi keparahan pandemi dari suatu negara. Artinya wilayah negara itu tertinggal dari virusnya ketika ada kematian, bahkan ada kematian satu pun itu sudah menunjukkan bahwa ada gagal deteksi dini dan orang jadi gagal terdeteksi infeksinya, sehingga dia sempat menularkan kebanyak orang dan akhirnya tidak tertolong karena gejalanya tidak tertangani dan meninggal,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here