IDI Sebut Kecepatan Tes Corona Jadi Prioritas RI Sebelum Puncak Pandemi

0
8
Waketum PB IDI Adib Khumaidi (Foto: dok. ist)

Nur Azizah Rizki Astuti – detikNews

Sabtu, 23 Mei 2020 08:54 WIB

Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan kemampuan tes PCR untuk virus Corona di Indonesia belum maksimal. IDI menilai hal itu menjadi indikator Indonesia saat ini belum bisa mencapai puncak pandemi virus Corona.

“Saat ini kemampuan pemeriksaan rapid test massive PCR belum maksimal. Masih banyak ODP, PDP, dan OTG yang belum dilakukan dan mendapatkan hasil tes konfirmasi PCR-nya. Begitu juga dengan tracing kontak yang juga harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan PCR swab. Hal ini lah yang menjadi indikator bahwa kita belum mencapai puncaknya pandemi COVID-19 di Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum PB IDI dr. Adib Khumaidi kepada wartawan, Jumat (22/5/2020).

Adib mengatakan kendala geografis hingga ketersediaan reagen untuk tes PCR juga menjadi kendala di Indonesia. Adib menegaskan kecepatan testing Corona harus jadi prioritas agar Indonesia segera mencapai puncak pandemi virus ini.

“Kecepatan testing pemeriksaan dan hasil yang massal menjadi prioritas yang harus dilakukan sekaligus strategi sasaran utama prioritas pemeriksaan PCR dengan memprioritaskan pada ODP, OTG, dan PDP dan kontak tracing supaya kita segera bisa mencapai puncak pandemi COVID-19,” ujarnya.

Adib menyebut perang melawan virus Corona adalah perang bersama seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, ada sejumlah hal yang perlu disiapkan agar Indonesia tak kewalahan saat menghadapi puncak pandemi virus Corona nantinya.

“Strategi isolasi, karantina dan penanganan/treatment di fasilitas harus diperkuat dengan meningkatkan kapasitas/kemampuan fasilitas kesehatan dalam identifikasi, isolasi, dan perawatan. Ditunjang sarana prasarana seperti ICU dan ventilator serta APD untuk tenaga medis,” jelas Adib.

Seperti diketahui, penambahan kasus positif virus Corona di Indonesia hampir mencapai 1.000 kasus pada Kamis (21/5) kemarin namun turun kembali pada Jumat (22/5). Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menilai hal itu bukan pertanda Indonesia sedang menuju puncak kurva Corona.

“Kalau menurut saya tidak begitu kondisinya,” kata Wiku kepada detikcom, Jumat (22/2).

Untuk mengetahui puncak Corona dalam skala nasional, maka perlu pula menganalisis puncak Corona di berbagai daerah. Dia menjelaskan, saat ini berbagai daerah sedang berbenah diri untuk melaksanakan penanganan kasus Corona. Maka terlalu dini bila puncak kasus Corona disimpulkan untuk sekarang, karena daerah-daerah masih berbenah.

“Pada saat ini kurang tepat melihat (puncak) angka nasional karena tiap daerah (rumah sakit, laboratorium, Puskesmas, dll) sedang membenahi diri. Pada saat selesai berbenah nanti, barulah akan terlihat data riilnya. Dari situ, baru kita ikuti bagaimana trennya dan kapan puncaknya. Setelah semua daerah bagus, baru kita bisa lihat tren nasional,” tutur Wiku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here