Hakim Tolak Eksepsi Bahar Smith

0
58
MI/Bayu Anggoro

Media Indonesia

MAJELIS hakim menolak eksepsi yang diajukan Bahar Smith, terdakwa kasus pengeroyokan terhadap dua korban yang masih berusia anak. Penolakan ini tertuang dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung dengan agenda putusan sela atas nota keberatan tersebut, Kamis (21/3).

Setelah membacakan beberapa pertimbangan atas eksepsi terdakwa, Hakim Ketua Edison Muhammad menyatakan penolakannya atas sejumlah keberatan terdakwa seperti menyangkut pelimpahan pengadilan dari PN Bogor ke PN Bandung, surat dakwaan yang dianggap tidak jelas, serta perubahan surat dakwaan yang dinilai terlambat. Sebagai contoh, hakim menjelaskan dasar penolakan atas keberatan terdakwa terkait pelimpahan pengadilan dari PN Bogor ke PN Bandung.

Menurut Edison, pelimpahan itu sesuai aturan dan diperkuat sejumlah kondisi demi lancarnya persidangan. Menurut hakim, terdakwa merupakan guru di Pondok Pesantren Tajul Awaliyin Bogor sehingga memiliki ikatan yang kuat dengan santrinya.

“Jika dilakukan di Bogor, khawatir akan ada intervensi yang bisa mengganggu jalannya persidangan,” kata hakim Edison.

Atas penolakan ini, kuasa hukum terdakwa mengajukan banding karena menilai putusan sela ini janggal. Salah seorang kuasa hukum Bahar bin Smith, Guntur Fatahillah, memastikan pihaknya akan banding atas putusan sela ini.

“Kami mempertanyakan independensi majelis hakim. Banyak yang janggal. Apa kekhawatirannya (pengalihan lokasi sidang)? Kalau soal keamanan, kita serahkan saja ke aparat keamanan. Untuk apa ada petugas keamanan,” ucap Guntur.

Selain itu, Guntur menilai kekhawatiran hakim soal intervensi dari para santri ini sangat berlebihan.

“Terlalu mengada-ada. Malah justru dipindahin ini jadi biaya mahal,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here