Bukan Lagi Transmisi Lokal, Omicron RI Diyakini Sudah Transmisi Komunitas!

0
13

Rabu, 29 Des 2021 05:56 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – Kementerian Kesehatan RI mengumumkan kasus pertama transmisi lokal varian Omicron. Sebelumnya, ditegaskan bahwa belum ada bukti telah terjadi penularan atau transmisi komunitas.
Hingga saat ini, Indonesia mencatat ada 47 kasus konfirmasi varian Omicron. Sebanyak 46 kasus diklaim sebagai kasus impor, sedangkan satu kasus ditemukan di Jakarta sebagai kasus transmisi lokal.

Dari 46 kasus, sebenarnya ada 2 kasus transmisi lokal namun terjadi di lingkungan isolasi Wisma Atlet. Salah satunya adalah kasus pertama yakni petugas kebersihan yang tidak punya riwayat ke luar negeri, dan yang kedua seorang tenaga kesehatan. Diyakini keduanya tertular dari pelaku perjalanan ke luar negeri.

Kekhawatiran sudah adanya transmisi komunitas mulai jadi sorotan ketika muncul kabar salah seorang pasien Omicron lolos dari karantina di Wisma Atlet. Pasien tersebut sempat bepergian dengan keluarganya.

Menurut pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, transmisi komunitas varian Omicron sulit terhindarkan. Terlebih ada pasien terkonfirmasi Omicron yang sempat jalan-jalan ke tempat umum.

“Sekali lagi kalau ini sebetulnya sulit untuk menghindari kemungkinan bahwa kita belum di komunitas, itu sesuatu yang rasanya sulit ya,” beber Dicky kepada detikcom Selasa (27/12/2021).

“Wong di sini saja Australia begitu ketat terjadi apalagi kita di Indonesia yang 3T-nya belum kuat, ya itu kemungkinan besar terjadi,” sambungnya.

Menurut Dicky, transmisi komunitas adalah penularan suatu penyakit di level komunitas. Pada level ini, penularan yang meluas kerap tidak disadari. Pada Omicron, peluangnya sangat besar karena pertumbuhan kasusnya cenderung eksponensial.

“Omicron sejauh ini memiliki pertumbuhan yang eksponensial, artinya akan jadi banyak orang yang masuk dalam kasus kontak, jadi kalau dalam kaitan ini ya saran saya tetap isolasi, karantina, dengan kasus kontaknya,” pungkas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here