Anies: Tes Terbatas, Angka Positif Corona Belum Tentu Cerminkan Fakta Lapangan

0
36
Foto: Ilustrasi Corona

Indra Komara – detikNews

Kamis, 16 Apr 2020 20:10 WIB

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada perbedaan antara angka kasus Corona yang terdata dengan kenyataan di lapangan. Dia menyebut salah satu faktornya yakni terbatasnya kemampuan tes mendeteksi virus Covid-19.

“Kalau data hasil pengetesan, maka data kita sama dengan pemerintah yang disampaikan oleh Gugus Tugas Nasional. Karena itulah hasil pengetesan. Tapi di lapangan kita memang menemukan angka yang berbeda,” ujar Anies saat rapat bersama Timwas DPR RI Penanggulangan COVID-19, Kamis (16/4/2020).

Anies menjelaskan, perbedaan yang dimaksud yakni jumlah besaran kemampuan testing virus Corona. Dia menilai dari kasus yang terdata belum mencerminkan fakta di lapangan.

Untuk itu, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov DKI yakni mendorong untuk ditingkatkan melakukan tes melalui metode PCR. Sebab, Anies mengatakan, menggunakan alat rapid test memiliki potensi kekeliruan yang cukup tinggi.

“Jadi penduduk kita 10 juta. Kalau yang ditesting itu hanya dikit, maka yang positif juga sedikit. Kalau yang ditesting banyak, maka yang positif bisa jadi lebih banyak. Jadi angka positif hari ini belum tentu mencerminkan kenyataan di lapangan, karena kemampuan testingnya yang terbatas,” ungkap Anies.

Selain itu, Anies juga melihat data kasus yang berhasil sembuh dan meninggal. Dari akumulasi data yang didapat, Anies merasa harus ada testing yang dilakukan lebih serius lagi.

“Kita melihat angka yang kematian juga selain yang recovery. Di situlah menurut saya ini data ini menggambarkan kepada kita bahwa ada kebutuhan melakukan testing yang amat serius. Kalau kita bisa meningkatkan kemampuan testing maka kita punya potret yang lebih baik. Tujuannya adalah untuk kita bisa melakukan pencegahan lebih baik. Tapi kalau angka testingnya tidak dilakukan, ya selalu akan ada selisih yang cukup signifikan,” kata Anies.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here