BERANDA

5 Kabar Terkini Perkara Miss Universe Indonesia Difoto Tak Berbusana

Tim detikcom – detikNews
Rabu, 09 Agu 2023 06:41 WIB

Jakarta – Finalis Miss Universe Indonesia melaporkan ke polisi terkiat dugaan pelecehan seksual. Pelaporan ini buntut kasus pemeriksaan tubuh tanpa busana.
“Kami akhirnya melaporkan perbuatan dugaan adanya pelecehan yang dilakukan terhadap klien kami,” kata kuasa hukum korban Mellisa Anggraeni di Polda Metro Jaya, Senin (7/8/2023).

1. Pengecekan Badan Tanpa Busana

Mellisa mengatakan pelecehan seksual terjadi pada 1 Agustus yang lalu. Mellisa menjelaskan kliennya saat itu diminta menjalani pengecekan badan tanpa busana. Padahal, hal tersebut tidak ada dalam rangkaian acara.

“Sudah terjadi peristiwa yang sudah dibenarkan klien kami di mana mereka tanpa sepengetahuan, tidak ada informasi tidak ada dalam rundown tidak dikasih tahu body checking,” ujarnya.

“Body check tidak ada di rundown mereka ditodong, cukup membuat klien kami terpukul. Ajang kompetisi yang harusnya meninggikan value perempuan justru diperlakukan sebagai objek,” imbuhnya.

Mellisa mengatakan, dalam pelaporan tersebut, pihaknya turut menyertakan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan pelaporan yang ada.

“Bukti dokumen surat foto dan video kami cukup terkaget melihat foto yang diambil mereka,” imbuhnya.

2. Kasus Diusut Polisi

Polisi sudah menerima laporan dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh finalis Miss Universe Indonesia ini. Polisi pun menindaklanjuti laporan yang ada.

“Baru diterima laporannya dari pelapor. Polda Metro Jaya sudah menerima laporannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (8/8/2023).

Trunoyudo mengatakan, setelah menerima laporan, pihak kepolisian akan melanjutkan proses penyelidikan dalam perkara yang ada.

“Dasar laporan tersebut akan dijadikan landasan Polda Metro Jaya untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

3. Diduga Dipaksa Buka Baju Saat Ada Laki-laki

Finalis Miss Universe Indonesia itu disebut dipaksa buka baju saat ada laki-laki di lokasi. Hal itu disampaikan Rizky Ananda Musa selaku National Director Miss Universe Indonesia Jawa Barat.

“Sangat sedih waktu mereka ceritakan mereka dipaksa buka BH, buka bra. Terus ditutup karena ada laki-laki juga sekitar dua sampai tiga orang. Tapi dipaksa untuk dibuka. Jadi di sini mereka telanjang dada, tapi walaupun laki-laki itu diduga sebagai gay, tetap saja itu seorang laki-laki menurut saya,” kata Rizky di Polda Metro Jaya, Senin (7/8/2023).

Kuasa hukum korban, Mellisa Anggraeni, mengatakan pihaknya tidak perduli dengan orientasi seksual laki-laki yang ada di lokasi saat itu. Dia menegaskan peristiwa itu membuat korban tidak nyaman.

“Klaim-klaim bahwa itu gay, itu tulang lunak, ini ramai diperbincangkan di medsos kami tepiskan, kami abaikan. Bahwa dia adalah laki-laki dan tidak ada satu pun yang menjamin bagaimana habit seksualnya dia. Tetapi adanya ketidaknyamanan, adanya tertekan mental psikologis dan sebagainya,” kata dia.

Mellisa menyebutkan foto tanpa busana saat body checking itu rentan disalahgunakan. Korban disebut khawatir foto tersebut akan tersebar.

“Itu rentan untuk disalahgunakan. Siapa yang bisa menjamin dia tidak menyebarluaskan. Jangan sampai, hari ini tidak ada masalah, lima tahun ke depan beredar foto teman-teman ini,” ujarnya.

4. Polisi Akan Panggil Finalis Miss Universe Indonesia

Polisi masih mendalami kasus sini. Polisi akan memanggil korban untuk mengklarifikasi laporannya.

“Yang pasti kita akan panggil dulu korban,” kata Plh Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Yuliansyah kepada wartawan, Selasa (8/8).

Yuliansyah belum merinci kapan pemeriksaan akan dilakukan. Penyidik, lanjut Yuliansyah, tengah melengkapi administrasi penyelidikan untuk pemeriksaan. Pemeriksaan sendiri dilakukan untuk mencari tahu duduk perkara kasus yang dilaporkan.

“Hari ini siapkan mindik dan langsung kontak pelapor. Kita mintai keterangan. Nanti setelah itu baru tahu seperti apa cerita versi korban,” ujarnya.

5. Polisi Segera Panggil Penyelenggara

Selain itu, polisi juga akan memanggil penyelenggara terkait laporan itu. Mereka akan dimintai keterangan.

“Ya pasti berikutnya akan kita mintai keterangan (penyelenggara),” kata Plh Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Yuliansyah, Selasa (8/8).

Dia belum merinci kapan pemeriksaan akan dilakukan. Pihaknya akan melakukan klarifikasi kepada korban terlebih dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *